Selasa, 12 April 2011

malam ini untuk hati ku

Malam ini aku ingin memanjakan diri, kembali menjadi sosok yang normal sebagai wanita yang juga punya hati…
Sudah lama, sangat lama mungkin aku tidak pernah memperhatikan hati ku sendiri, sibuk dengan tanggungjawab dan kepadatan jadwal kuliah dan dines dimana-mana. Cukup membantu memang, pekerjaan memang obat yang mujarab sebagai teman dikala sedih, dikala sakit, dikala letih.
Tapi saat ini aku ingin memanjakan hatiku, membiarkannya menangis, membiarkannya bersedih, karena hal itu tidak pernah ku ijinkan hinggap dihatiku selama ini.
“Semuanya akan baik-baik saja dan berjalan sebagai mana mestinya hingga aku tidak perlu khawatir atas segala ketentuan-Nya, tidak perlu menangis karena air mata itu akan semakin membuatmu terlihat menyedihkan, tidak perlu berbagi kesedihan karena itu hanya akan membuatmu semakin malu karena rasa kasihan dari orang lain yang kamu dapatkan. Tidak perlu tampak lesu, muram tak bercahaya karena itu akan memperkuat penampilan burukmu dihadapan orang-orang. Tunjukkan senyummu, tampakkan keceriaanmu, hibur semua orang yang dekat denganmu, berbuat baik semampumu, bahagiakan mereka hingga mereka merasa indah bersamamu, merindui kehadiranmu disetiap waktu.”
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Artinya : “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “ Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”(QS. Fushilat : 33)
Ya..itulah prinsip keseharianku, hingga aku tak pernah mengijinkan pipiku dialiri oleh air mata kecuali saat ku berdoa karena takut terhadap Rabb ku, kecuali saat ku tahu aku melalaikan orang-orang terdekatku dihimpit kesulitan namun karena kebodohanku, aku tak sempat membantu…
Baik lah aku sedang ingin menangis saat ini, tak perduli apa yang ingin ku tangisi, aku ingin memberi dispensasi terhadap hatiku sendiri untuk kembali ke fitrahku sebagai wanita yang lembut hatinya, mudah terenyuh terhadap sesuatu kesedihan.
Namun gara-gara aku menulis catatan ini hilang sudah atmosfer kesedihanku, tak jadi lah aku menangis…lantas kapan aku sempat menangis???:-)
Ya Rabb, aku bersujud kepada-Mu, terimakasih atas seluruh kebahagiaan yang Kau berikan kepada ku, terimakasih atas anugerah mental yang kuat, hati yang ikhlas, jiwa yang lepas hingga aku sangat menikmati setiap ujian yang Kau berikan kepadaku.
Jadikanlah setiap nafasku hanya untuk mengingat-Mu, bermanja-manja kepada-Mu hingga aku merasa tak kan mampu hidup jauh dari-Mu. Genggam erat jiwaku, dekap erat tubuhku, basuh lembut hatiku, jadikanlah aku termasuk kedalam kekasih-Mu…
HQQ.050311.19:22

Tidak ada komentar:

Posting Komentar