Jumat, 04 Maret 2011

antara menjadi diri sendiri dan kharisma

bicara kharisma saya orang yang paling pusing dan penasaran bagaimana membentuk kharisma dalam diri saya. mengutip dari obrolan menjelang tidur pada dini hari (karena sedang PKMD, mahasiswa bersama2 tidur diruang kelas. saat itu tepat pukul 00.00 saya, lala, dan ana yang belum tidur. semuanya sudah mimpi indah dengan khayalan mereka)
tidak tahu awalnya bagaimana tiba- tiba saya bertanya pada mereka berdua, bagaimana ya cara agar saya bisa berwibawa?
lala menjawab, wibawa itu hadir bila kita memiliki kharisma, tidak setiap orang memiliki kharisma.
hmm...saya hanya garuk-garuk kepala mendengarnya.
"naahh, itu dia la yang aku gak punya! menurut buku yang aku baca, Rasul adalah orang yang sangat berkharisma, kharisma itu bisa ada bila kita menjadi orang yang sulit ditebak. dulu orang-orang yang pertamakali bertemu dengan beliau pasti akan merasa takut dan segan, tapi saat sudah berbicara semua orang menyukainya, bahkan anak-anak kecil suka sekali bermain dengan beliau."
"biar berwibawa,jangan banyak cengengesan!" begitu celetuk Ana
"haaaa...itu yang susah na, aku gak bisa berhenti ngomong, terlalu ekspresif, gak tahan klo gak ketawa...huhh...susah kayaknya, padahal aku pengen banget bisa berwibawa gitu."
"hahh...lu jadi pelawak aja lah ki, cocokan jadi pelawak."
huuhh..anaa...bikin merengut aja nih...
"tapi lo cukup berwibawa kok ki, saat memimpin rapat tadi anak-anak pada dengerin lo dan patuh sama lo." ucap lala.
"tapi lala liat gak sih tadi, memimpin rapat udah kayak wasit boxing, ketawa-tawa semua."
"ya itu gaya lo, tapi kan hasilnya ada, rapat jadi gak setegang kemaren-kemaren. anak-anak jadi nyaman walau ketawa tapi mereka patuh sama lo. dan lo juga sangat sulit ditebak orangnya."
"sulit gimana? setiap orang baru ketemu pasti mereka tau klo aku tuh orangnya rame dan ceria terus.sampe tadi pedagang di pasar aja negur q,tadi aku beli hadiah untuk bayi pasienku dipasar. kata abangnya begini, haduhhh...jangan senyum terus dong, gak kuat saya ngeliatnya."
"hueeeekkkk.....salah banget tuh abang!!!" hahahaha....gak trima banget lala dan ana abangnya bilang begitu ke saya...hihi

"enggak ki, lo sangat sulit ditebak orangnya, nih contohnya, saat lo ketawa belum tentu lo bener-bener ketawa padahal hati lo lagi sedih dan orang lain gak ada yang tau itu."
hmm...yayaya...klo itu sih mungkin iyaa...tapi itu lain konteks,hanya tidak ingin menunjukkan apa-apa yang menjadi kelemahan saya karena dengan bercerita justru saya akan menjadi manja dan terlalu banyak air mata, sedangkan kalau hanya saya yang tahu tak akan meneteskan air mata atau bahkan saya lupa untuk memikirkannya. hehe...^_^v

yahh..back to kharisma...
ada kata-kata yang saya tangkap dari percakapan lala "itu gaya lo"
yahh...itulah yang saya lakukan selama ini, karena memang kharisma itu tidak dapat dipaksakan keberadaannya, menjadi diri sendiri itu jauh lebih membuat saya nyaman tanpa beban, menjadi lebih bahagia dan bebas lepas...apapun penilaian orang itu hanya menjadi refleksi diri karena manusia tak kan lepas dari kekurangan.

yahh..inilah diri saya dengan segudang "kelebihan" saya...:-)

5 komentar:

  1. Dulu, waktu SMA teman2 bilang kalau saya ini orang yg berkharisma, sayangnya kharisma dalam artian orang yg menunggangi motor bermerk kharisma -____-"

    Menurut saya, setiap orang punya kharismanya sendiri, ada yg memang kharismatik hampir dalam segala situasi seperti Rasulullah, tapi ada juga yg kharismatik hanya dlm keadaan tertentu, misalnya ada orang yg biasa2 aja tp ketika menyampaikan saran atau nasehat, orang lain dibuat terpukau bahkan serius mendengarkan. Dan saya yakin, kharisma tidak akan pernah muncul ketika kita berusaha menjadi orang lain, sebab kharisma itu berasal dari kejujuran, bukan dari kepura-puraan :)

    BalasHapus
  2. siipp!!!
    hehe...sy juga bilang begitu sama tmn sy, karena sy belum mampu kredit motor kharisma makanya hingga saat ini sy merasa belum memiliki kharisma.^_^
    whatever, ini lah diri sy,tak ada sy tak ada yang bisa tertawa dengan durasi >60 detik.:)))
    masih pro dan kontra,didunia medis terapi tawa bisa menjadi obat segala penyakit, tapi dalam sunah,tertawa bisa mematikan hati.asal masih wajar sih gpp ya?(mencoba membela diri:DDD)
    karena rosul pun juga orang yang sangat humoris.:DDD

    BalasHapus
  3. siipp!!!
    hehe...sy juga bilang begitu sama tmn sy, karena sy belum mampu kredit motor kharisma makanya hingga saat ini sy merasa belum memiliki kharisma.^_^
    whatever, ini lah diri sy,tak ada sy tak ada yang bisa tertawa dengan durasi >60 detik.:)))
    masih pro dan kontra,didunia medis terapi tawa bisa menjadi obat segala penyakit, tapi dalam sunah,tertawa bisa mematikan hati.asal masih wajar sih gpp ya?(mencoba membela diri:DDD)
    karena rosul pun juga orang yang sangat humoris.:DDD

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. bagaimana membentuknya?
    soalnya saya ingin membentuk diri berkharisma terima kasih

    BalasHapus