Sabtu, 05 Maret 2011

antara tuntutan profesi dan kewajiban

Ya Allah…jadikanlah profesi kami adalah profesi yang semakin mendekatkan kami kepada keridhaan-Mu,
Bukan profesi yang semakin melalaikan kami untuk beribadah kepada-Mu...
Jadikanlah profesi kami sebagai jembatan kami untuk menyeberangi lautan ujian-Mu….
Duhai Pemilik hati-hati kami…
Genggamlah hati kami dalam dekapan-Mu…
Jangan Engkau lepas kami walau sekejap saja,
karena sesungguhnya kami benar-benar dalam merugi…
Jadikanlah setiap tangisan bayi yang lahir kedunia sebagai peringatan kepada kami untuk selalu dekat kepada-Mu
Jadikanlah tangis haru keluarga sebagai pengingat kami atas rahmat-Mu
Jadikanlah setiap azan yang berkumandng syahdu ditelinga bayi-bayi mungil ini sebagai penggetar jiwa
Jadikanlah profesi kami sebagai pelita kami disaat kami dalam kegelapan
Jadikanlah profesi kami sebagai penuntun kami disaat kami terseok-seok menjalankan amanah ini
Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang pandai membaca lembaran-lembaran hikmah-Mu
Ya Rabb Yang Bertahta di Arsy yang mulia,
Sungguh kami benar-benar dalam merugi…
disaat panggilan azan-Mu berkumandang kami masih berada dalam perjalanan
waktu tilawah, kami gunakan untuk memeriksa pasien yang berdatangan
diwaktu panggilan-Mu kembali berseru, kami masih belum beranjak dari tempat kami
dimalam sepertiga-Mu yang demikian baik untuk mendekat mesra kepadaMu, kami masih bermandikan darah
disaat azan subuh berkumandang kami masih tegak berdiri untuk mengobservasi….
di waktu yang baik untuk menjemput rizki, kami lunglai mencari bantal selimut untuk merebahkan tubuh payah ini
disaat kumandang zuhur berseru, kami masih asik dengan mimpi indah kami…
tak ada lagi rawatip….”tak sempat” lagi hafalan surat…
kemanakah manajemen waktu kami yang dahulu demikian cantik kami rangkai?
kemanakah lembaran mutaba’ah yang kami catat dengan seksama?
kemanakah bacaan ayat suci yang demikian tartil kami baca hingga mampu memaknainya?
kemanakah wajah-wajah yang selalu menghiasi kajian-kajian islami?
kemanakah jiwa-jiwa yang selalu bermuhasabah di pagi hari?
Jika makanan HATI adalah tadabbur dan lail
Jika makanan TELINGA adalah murottal
Jika makanan AKAL adalah hikmah
Jika makanan MEMORI adalah hafalan
Jika makanan MATA adalah Al-Quran
Tak ubahnya kami manusia-manusia yang KELAPARAN…



4 JANUARI 2011
HAKIKI ERAWATI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar