Melukis Rasa
Selepas ujian akhir praktek, selepas kegiatan perkuliahan, selepas mengurus apa-apa yang harus dilepas,sesuai schedule yang saya buat sendiri, bulan agustus adalah waktunya saya belajar memasak. Memimpikan keluarga yang sempurna membuat saya terpacu untuk berbuat yang sesempurna mungkin walau itu tidak mungkin tapi tetaplah saya ingin berupaya maksimal…
Wanita sempurna menurut imajinasi saya adalah wanita yang dengan sukses memerankan perannya sebagai istri dan ibu bagi keluarganya dan wanita yang mempesona karyanya di lingkungan masyarakat. Atas dasar niat karena Allah, saya ingin optimal menjalani kehidupan yang diberikan Allah kepada saya sehingga dapat berbuat sesempurna mungkin semampu saya…
Hmm… saya selalu terpesona dengan wanita yang terlihat keibuannya. Setiap melalui perjalan dalam kesehariannya banyak orang yang saya temui dan mata saya akan tertegun pada sosok ibu yang dengan kelembutannya memancarkan aura keibuan yang menurut saya sangat “seksi”.
Mungkin dipandang orang lain akan sangat aneh dengan pendapat saya, wanita yang “seksi” menurut saya adalah sosok ibu dengan kulitnya yang mengkilap, berkerut dan saat dijabat mengeluarkan aroma bawang.hehehe…itu tandanya ibu tersebut sudah menjalankan tugasnya di dapur. Kemudian beberapakali menghela nafas panjang untuk menahan emosi karena ulah buah hatinya yang tak mau diam dikendaraan umum. Dengan tertahan sosok ibu tersebut mengeluarkan kata-kata lembut untuk memberi pengertian kepada buah hatinya tercinta. Tanpa lama-lama peri kecil itu merajuk manja pada sang mama.hmm…it’s so seksi…
Tergila-gila pada sosok ibu sejati membuat saya sangat ingin belajar memasak. Dulu, ketika saya masih cukup imut-imut,hehe…kira-kira umur 6-8 tahun,saya lumayan pandai memasak. Ketika itu saya masih tinggal dengan kakek nenek saya di sebuah desa kecil yang tertinggal di kota Sragen. Ketika nenek dan kakek saya pergi saya tak akan kwatir. Karena saya bisa masak sendiri. Tidak ada persediaan makanan di kulkas,hla wong kulkasnya aja tidak ada. Hehe…listrik masuk desa saja saya sudah sangat bersyukur. Jadi bahan makanan semua sudah tersedia di kebun belakang rumah. Sayur tinggal metik. Telur tinggal ambil dikandang ayam. Beras ya ambil saja di pendaringan beras. Semua hasil olahan sawah dan kebun nenek. Namanya juga masih bocil, memegang pisaupun belum bisa, alhasil hingga sekarang masih ada bekas-bekas irisan pisau dijari telunjuk kiri saya.
Jalan hidup pun berubah ketika kelas 4 SD saya tinggal dengan ayah dan ibu tiri saya di Jakarta. Mama tiri saya tidak bisa masak dan tidak suka masak. Gaya hiduppun berubah dengan selalu makan dari hasil olahan warung-warung makan disekitar rumah. Hingga kini saya tidak pernah memasak lagi atau sekedar bersentuhan dengan dapur. Setiap saya ingin memasak mama selalu uring-uringan karena merasa ribet melihat orang di dapur. Ya jadilah saya belasan tahun makan dari makanan warung-warung…
Alhamdulillah…setelah lepas dari mama, kini saya tinggal hanya denga papa. Setelah urusan kuliah selesai dan menanti wisuda, saya mulai ambil kompor di rumah bude saya. Saya beli perabot-perabot dapur.hehe…walau lumayan kacau juga saat dipasar karena saya tidak tau nama-nama alat masak. Jadilah saya belajar masak sesuka hati saya.
Bernostalgia masakan yang membuat saya rindu kampung halaman adalah “sambel lumpang” yang pedagangnya hingga kini masih ada dipertigaan jalan. Dahsyatt…menyatukan imajinasi saya dengan papa kira-kira bumbu apa yang dipakai untuk membuat “sambel lumpang”. Alhasil….tarrrraaaaa….pada 11 Agustus 2011 terciptalah “sambel lumpang ala hakiki”…hehe…senang karena melihat papa puas dengan hasil lukisan imajinasi saya hingga terkabullah menyantap makanan tradisional kampung halaman saya. Sambel lumpang itu wujudnya tidak seperti sambel pada umumnya. Lebih seperti sayur. Bumbunya diulek dan ditumis hingga harum dan yang unik adalah menggunakan tempe yang sudah busuk. Pasti heran dan orang-orang tidak ada yang pernah mengolah tempe busuk. Tempe busuk direbus kemudian diulek dengan bumbu dan ditumis bersamaan. Kemudian diberi air dan santan, irisan tahu coklat, kacang merah, dan krecek serta bumbu-bumbu lainnya yang membuat semakin mantabb… hoho…this is it…”sambel lumpang ala hakiki”….
14 tahun lebih saya tidak pernah melihat apalagi menyantap “sambel lumpang”, dengan cara mengingat-ngingat rasa saat terakhir memakannya (lebih dari 14 tahun silam) saya coba melukis rasa dengan bumbu-bumbu yang tersedia. Alhasil…jadilah masakan penuh kenangan masa kecil saya...
Harusss bisa masakkk!!!;)
13082011
Rabu, 21 September 2011
Catatan harian bidan
Ya Allah…jadikanlah profesi kami adalah profesi yang semakin mendekatkan kami kepada keridhaan-Mu,
Bukan profesi yang semakin melalaikan kami untuk beribadah kepada-Mu...
Jadikanlah profesi kami sebagai jembatan kami untuk menyeberangi lautan ujian-Mu….
Duhai Pemilik hati-hati kami…
Genggamlah hati kami dalam dekapan-Mu…
Jangan Engkau lepas kami walau sekejap saja,
karena sesungguhnya kami benar-benar dalam merugi…
Jadikanlah setiap tangisan bayi yang lahir kedunia sebagai peringatan kepada kami untuk selalu dekat kepada-Mu
Jadikanlah tangis haru keluarga sebagai pengingat kami atas rahmat-Mu
Jadikanlah setiap azan yang berkumandng syahdu ditelinga bayi-bayi mungil ini sebagai penggetar jiwa
Jadikanlah profesi kami sebagai pelita kami disaat kami dalam kegelapan
Jadikanlah profesi kami sebagai penuntun kami disaat kami terseok-seok menjalankan amanah ini
Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang pandai membaca lembaran-lembaran hikmah-Mu
Ya Rabb Yang Bertahta di Arsy yang mulia,
Sungguh kami benar-benar dalam merugi…
disaat panggilan azan-Mu berkumandang kami masih berada dalam perjalanan
waktu tilawah, kami gunakan untuk memeriksa pasien yang berdatangan
diwaktu panggilan-Mu kembali berseru, kami masih belum beranjak dari tempat kami
dimalam sepertiga-Mu yang demikian baik untuk mendekat mesra kepadaMu, kami masih bermandikan darah
disaat azan subuh berkumandang kami masih tegak berdiri untuk mengobservasi….
di waktu yang baik untuk menjemput rizki, kami lunglai mencari bantal selimut untuk merebahkan tubuh payah ini
disaat kumandang zuhur berseru, kami masih asik dengan mimpi indah kami…
tak ada lagi rawatip….”tak sempat” lagi hafalan surat…
kemanakah manajemen waktu kami yang dahulu demikian cantik kami rangkai?
kemanakah lembaran mutaba’ah yang kami catat dengan seksama?
kemanakah bacaan ayat suci yang demikian tartil kami baca hingga mampu memaknainya?
kemanakah wajah-wajah yang selalu menghiasi kajian-kajian islami?
kemanakah jiwa-jiwa yang selalu bermuhasabah di pagi hari?
Jika makanan HATI adalah tadabbur dan lail
Jika makanan TELINGA adalah murottal
Jika makanan AKAL adalah hikmah
Jika makanan MEMORI adalah hafalan
Jika makanan MATA adalah Al-Quran
Tak ubahnya kami manusia-manusia yang KELAPARAN…
4 JANUARI 2011
HAKIKI ERAWATI
Ya Allah…jadikanlah profesi kami adalah profesi yang semakin mendekatkan kami kepada keridhaan-Mu,
Bukan profesi yang semakin melalaikan kami untuk beribadah kepada-Mu...
Jadikanlah profesi kami sebagai jembatan kami untuk menyeberangi lautan ujian-Mu….
Duhai Pemilik hati-hati kami…
Genggamlah hati kami dalam dekapan-Mu…
Jangan Engkau lepas kami walau sekejap saja,
karena sesungguhnya kami benar-benar dalam merugi…
Jadikanlah setiap tangisan bayi yang lahir kedunia sebagai peringatan kepada kami untuk selalu dekat kepada-Mu
Jadikanlah tangis haru keluarga sebagai pengingat kami atas rahmat-Mu
Jadikanlah setiap azan yang berkumandng syahdu ditelinga bayi-bayi mungil ini sebagai penggetar jiwa
Jadikanlah profesi kami sebagai pelita kami disaat kami dalam kegelapan
Jadikanlah profesi kami sebagai penuntun kami disaat kami terseok-seok menjalankan amanah ini
Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang pandai membaca lembaran-lembaran hikmah-Mu
Ya Rabb Yang Bertahta di Arsy yang mulia,
Sungguh kami benar-benar dalam merugi…
disaat panggilan azan-Mu berkumandang kami masih berada dalam perjalanan
waktu tilawah, kami gunakan untuk memeriksa pasien yang berdatangan
diwaktu panggilan-Mu kembali berseru, kami masih belum beranjak dari tempat kami
dimalam sepertiga-Mu yang demikian baik untuk mendekat mesra kepadaMu, kami masih bermandikan darah
disaat azan subuh berkumandang kami masih tegak berdiri untuk mengobservasi….
di waktu yang baik untuk menjemput rizki, kami lunglai mencari bantal selimut untuk merebahkan tubuh payah ini
disaat kumandang zuhur berseru, kami masih asik dengan mimpi indah kami…
tak ada lagi rawatip….”tak sempat” lagi hafalan surat…
kemanakah manajemen waktu kami yang dahulu demikian cantik kami rangkai?
kemanakah lembaran mutaba’ah yang kami catat dengan seksama?
kemanakah bacaan ayat suci yang demikian tartil kami baca hingga mampu memaknainya?
kemanakah wajah-wajah yang selalu menghiasi kajian-kajian islami?
kemanakah jiwa-jiwa yang selalu bermuhasabah di pagi hari?
Jika makanan HATI adalah tadabbur dan lail
Jika makanan TELINGA adalah murottal
Jika makanan AKAL adalah hikmah
Jika makanan MEMORI adalah hafalan
Jika makanan MATA adalah Al-Quran
Tak ubahnya kami manusia-manusia yang KELAPARAN…
4 JANUARI 2011
HAKIKI ERAWATI
Minggu, 17 April 2011
sahabat?
Diakah sahabat sejati ku?
Orang yang seharusnya memusuhi ku
Namun ia datang dengan senyuman riang…
Walau awalnya terlihat curiga pada ku…
Namun kini ia benar-benar menjadi sahabat ku…
Dia selalu datang ketika kelesuan menyerang
Dia selalu datang ketika keputus asaan hadir dihadapan
Dia membawa bara semangat dan pekikan kalimat untuk membangkitkan
Disaat orang-orang menuntutku menjadi seperti yang mereka mau
Dia justru membimbingku menuju arah yang ku mau…
Mungkinkah ia sahabat sejatiku?
Hakiki.17.04.2011.16.55.sambil FB-an…\\^0^//
Orang yang seharusnya memusuhi ku
Namun ia datang dengan senyuman riang…
Walau awalnya terlihat curiga pada ku…
Namun kini ia benar-benar menjadi sahabat ku…
Dia selalu datang ketika kelesuan menyerang
Dia selalu datang ketika keputus asaan hadir dihadapan
Dia membawa bara semangat dan pekikan kalimat untuk membangkitkan
Disaat orang-orang menuntutku menjadi seperti yang mereka mau
Dia justru membimbingku menuju arah yang ku mau…
Mungkinkah ia sahabat sejatiku?
Hakiki.17.04.2011.16.55.sambil FB-an…\\^0^//
dilema...
Setiap manusia pasti pernah dihadapkan pada pilihan. Dan setiap mahasiswa pasti dilanda kebingungan, kira-kira bagaimana setelah lulus nanti. Apa yang harus dikerjakan? Dimana? Bagaimana? Yah…seputar itulah pikiran mahasiswa yang sebentar lagi diwisuda. Saat kuliah ingin segera lulus, namun saat lulus malah bingung harus bagaimana,kemana... Mungkin itu yang saya alami sekarang. mungkin orang-ornag lebih bingung harus kerja dimana. Ingin konsen dengan bidang kuliahnya atau terjun bebas dengan alih bidang yang berlainan dengan ilmu yang ia tekuni di dunia perkuliahan. Kalau saya secara pribadi ingin berusaha setia dengan dunia kebidanan, selain sudah jatuh cinta pada bidang pelayanan kesehatan, saya selalu meyakini bahwa orang yang sukses adalah orang yang ahli dalam bidangnya.yupz!!!berusaha setia…walupun hati ini sangat melirik dunia usaha, peternakan, pertanian dan berbagai bidang lainnya yang tak kalah menarik dihati saya. Minat saya pada dunia usaha saya coba terapkan dengan membuka usaha yang masih berkaitan dengan dunia kesehatan. Minat peternakan? Masa’ saya harus ternak bayi? Hehe….ya tidak begitu juga. Apapun usahanya saya ingin berusaha mengaitkan dengan bidang yang saya kuasai. By the way, kali ini sedang tidak ingin membicarakan masalah ini. Yang saya pikirkan adalah beberapa planning saya setelah lulus ini. Akan kemanakah kaki ini melangkah? Bila ingin bekerja mungkin kalau saya mau ditempatkan dimanapun akan terbuka luas bagi seorang bidan. Namun yang menjadi pertimbangan saya adalah kemanakah saya harus menjatuhkan pilihan?
I have two plan in my life.
Planning pertama saya, hati kecil saya selalu terpanggil untuk mengabdi diwilayah-wilayah pelosok Indonesia. Wilayah yang pernah menjadi tujuan saya adalah Papua dan Balik Papan, Kalimantan Timur. Jika saya ke Papua, saya sudah tahu siapa yang harus saya hubungi, sudah ada kenalan bidan pula disana. Tapi hanya sekedar tau saja dan insyaallah bisa dimintai tolong untuk membantu proses saya kesana. Papua adalah wilayah HIV tertinggi di Indonesia, jadi konsep proteksi diri saya harus kuat bila saya ada disana, karena risiko besar yang saya hadapi langsung adalah tertular HIV/AIDS. Belum lagi wilayah Papua merupakan daerah endemic malaria. Penduduk disana mengatasi nyamuk-nyamuk malaria ini dengan cara menaburi seluruh tubuhnya dengan minyak babi, nauzubillah…saya kan harus sholat 5 waktu belum lagi sholat-sholat sunah lainnnya yang mengharuskan saya selalu dalam keadaan suci. Yayaya…mungkin yang disini tidak baik untuk saya dan agama saya. Tapi kadang saya tidak ingin kalah dengan bangsa yahudi karena mereka berprinsip dimanapun ada mereka disitulah mereka tumbuh. Hebat sekali mereka sementara saya merasa manja sekali bila saya harus takut dengan hambatan-hambatan seperti itu. Mereka saja mampu tumbuh dimana-mana dan kaum freemason pun memanfaatkan pedalaman-pedalaman sebagai sasaran empuk mereka untuk mengembangkan paham mereka.
Berlanjut ke Balik Papan,Kalimantan Timur. Disini adalah kota yang paling maju, sehingga saya tidak begitu berat hambatan-hambatannya. Kebetulan juga ada teman dari ayah saya yang istrinya seorang bidan juga disana dan bersedia menampung saya disana dan mengurusi syarat-syarat keberangkatan saya. Mungkin saya tinggal angkat koper untuk hijrah ke sana.ya itulah segenap panggilan hati saya untuk mengabdi kesana. Alangkah bahagianya bila saya menginjakkan kaki disana.walau saya tau hambatan saya akan sangat banyak dan beban saya bisa-bisa lebih dari 10 kali lipat bila saya bekerja di Jakarta.
Rencana saya untuk keluar pulau Jawa ini masih dalam Pro dan Kontra. Tapi banyakan kontra nya sih…yang Pro Cuma saya sendiri… hehe… ya baik dari teman, sahabat, dosen-dosen, saudara dan keluarga masih belum merestui saya pergi kesana. Alasannya selain daerah endemic dan HIV/AIDS nya tinggi,mereka khawatir terhadap keamanan saya yang masih berstatus single ditanah orang tersebut. Tapi saya kok modal yakin aja ya disana… yakin Allah akan melindungi saya dimanapun saya berada.
Namun yang membuat saya harus berkali-kali berpikir ulang adalah…..
Bila saya bekerja di Jakarta, saya ingin sambil kuliah bahasa arab di Al-Hikmah. Wajib seorang muslim mengerti bahasa arab. Saya ingin tergabung dalam organisasi kemanusiaan, organisasi yang masih saya pertimbangkan adalah Bulan Sabit Merah Indonesia, Farmasi Kesehatan Islam, Lembaga Kesehatan Cuma-Cuma dari dompet Dhuafa. Mengapa saya berpikir ingin bergabung dalam Farmasi Kesehatan Islam adalah terlebih karena teman saya ada yang lebih dulu sudah tergabung dengan mereka. Lembaga Kesehatan Cuma-Cuma merupakan lembaga yang saya tahu dari semenjak saya SMA, dan target saya dari SMA adalah bisa berkontribusi di LKC begitu kita menyebutnya. Saya sudah memiliki niat ini sejak saya belum terpikir untuk menjadi seoarang bidan. Mengapa saya menjadi tertarik di Bulan Sabit Merah Indonesia? Karena saya memiliki angan-angan untuk bisa menjadi wakil Indonesia yang dikirim ke Palestina untuk menjadi relawan dan kemudian saya MATI di Palestina sebagai SYUHADA,insyaallah.Allahuakbar!!!ya…tujuan saya di Bulan Sabit Merah memang untuk mati. Mungkin kedengarannya aneh, tapi memang itulah NIAT sungguh-sungguh saya. Mati sebagai SYUHADA bukan mati sia-sia di Palestina. Selain itu saya juga masih memiliki amanah di LDK kampus saya. Saya tergabung sebagai Dewan Alumni Formis. Dan saya masih memiliki kewajiban untuk mengurus Formis, LDK yang sudah kita perjuangkan bersama-sama untuk tegak berdiri di Poltekkes Kemenkes Jakarta I. tidak mungkin saya yang mengusulkan namun saya sendiri hengkang dari kampus ini.tidak….tidak…tidak…tidak bisa segera ditinggalkan seperti ini. Masih ada alasan lagi mengapa saya harus tetap ada di Jakarta. Alasan lainnya adalah saya ingin segera melanjutkan study saya. Saya ingin segera S1 lanjutkan lagi hingga S2 dan terus belajar. Hal ini tidak bisa saya lakukan sambil bekerja bila saya memilih bekerja di luar P.Jawa. belum lagi dengan mimpi saya untuk bisa melanjutkan study keluar negeri, mengikuti jejak dosen favorit saya Ibu Wasnidar yang melanjutkan study kebidanannya di London. Bukan karena pengidolaan saja. Namun memang untuk peningkatan kompetensi saya sebagai seorang tenaga kesehatan. Karena yang saya dengar, Indonesia tertinggal 20 tahun ilmu pengetahuaannya. Ohh…sungguh memprihatinkan bila pernyataan itu benar. Yang saya ketahui, di Negara barat sudah tidak menerapkan prinsip proteksi diri nya karena memang saat screening awal kehamilan sudah demikian komprehensifnya sehingga tidak ragu-ragu lagi untuk tidak menerapkan proteksi diri. Prinsip tafsiran berat janin pun dinegara barat sudah tidak menerapkan pengukuran tinggi fundus uteri dengan menggunakan metline lagi. hanya dengan palpasi sudah dapat menentukan tafsiran berat janin. Wow…sungguh dahsyatt…
Ya Allah…sungguh hamba bingung…harus kemanakah kaki ini melangkah? Haruskah ku penuhi naluri hati ku untuk menuju wilayah terpelosok? Ataukah memenuhi target-target saya di Jakarta? ?
Ku pasrahkan ya Rabb…semoga kemanapun kaki ini melangkah dapat memberikan banyak kebermanfaatan yang mengantarkanku untuk dapat berjumpa dengan-Mu…aamiin.
Hakiki.15042011.22.19
I have two plan in my life.
Planning pertama saya, hati kecil saya selalu terpanggil untuk mengabdi diwilayah-wilayah pelosok Indonesia. Wilayah yang pernah menjadi tujuan saya adalah Papua dan Balik Papan, Kalimantan Timur. Jika saya ke Papua, saya sudah tahu siapa yang harus saya hubungi, sudah ada kenalan bidan pula disana. Tapi hanya sekedar tau saja dan insyaallah bisa dimintai tolong untuk membantu proses saya kesana. Papua adalah wilayah HIV tertinggi di Indonesia, jadi konsep proteksi diri saya harus kuat bila saya ada disana, karena risiko besar yang saya hadapi langsung adalah tertular HIV/AIDS. Belum lagi wilayah Papua merupakan daerah endemic malaria. Penduduk disana mengatasi nyamuk-nyamuk malaria ini dengan cara menaburi seluruh tubuhnya dengan minyak babi, nauzubillah…saya kan harus sholat 5 waktu belum lagi sholat-sholat sunah lainnnya yang mengharuskan saya selalu dalam keadaan suci. Yayaya…mungkin yang disini tidak baik untuk saya dan agama saya. Tapi kadang saya tidak ingin kalah dengan bangsa yahudi karena mereka berprinsip dimanapun ada mereka disitulah mereka tumbuh. Hebat sekali mereka sementara saya merasa manja sekali bila saya harus takut dengan hambatan-hambatan seperti itu. Mereka saja mampu tumbuh dimana-mana dan kaum freemason pun memanfaatkan pedalaman-pedalaman sebagai sasaran empuk mereka untuk mengembangkan paham mereka.
Berlanjut ke Balik Papan,Kalimantan Timur. Disini adalah kota yang paling maju, sehingga saya tidak begitu berat hambatan-hambatannya. Kebetulan juga ada teman dari ayah saya yang istrinya seorang bidan juga disana dan bersedia menampung saya disana dan mengurusi syarat-syarat keberangkatan saya. Mungkin saya tinggal angkat koper untuk hijrah ke sana.ya itulah segenap panggilan hati saya untuk mengabdi kesana. Alangkah bahagianya bila saya menginjakkan kaki disana.walau saya tau hambatan saya akan sangat banyak dan beban saya bisa-bisa lebih dari 10 kali lipat bila saya bekerja di Jakarta.
Rencana saya untuk keluar pulau Jawa ini masih dalam Pro dan Kontra. Tapi banyakan kontra nya sih…yang Pro Cuma saya sendiri… hehe… ya baik dari teman, sahabat, dosen-dosen, saudara dan keluarga masih belum merestui saya pergi kesana. Alasannya selain daerah endemic dan HIV/AIDS nya tinggi,mereka khawatir terhadap keamanan saya yang masih berstatus single ditanah orang tersebut. Tapi saya kok modal yakin aja ya disana… yakin Allah akan melindungi saya dimanapun saya berada.
Namun yang membuat saya harus berkali-kali berpikir ulang adalah…..
Bila saya bekerja di Jakarta, saya ingin sambil kuliah bahasa arab di Al-Hikmah. Wajib seorang muslim mengerti bahasa arab. Saya ingin tergabung dalam organisasi kemanusiaan, organisasi yang masih saya pertimbangkan adalah Bulan Sabit Merah Indonesia, Farmasi Kesehatan Islam, Lembaga Kesehatan Cuma-Cuma dari dompet Dhuafa. Mengapa saya berpikir ingin bergabung dalam Farmasi Kesehatan Islam adalah terlebih karena teman saya ada yang lebih dulu sudah tergabung dengan mereka. Lembaga Kesehatan Cuma-Cuma merupakan lembaga yang saya tahu dari semenjak saya SMA, dan target saya dari SMA adalah bisa berkontribusi di LKC begitu kita menyebutnya. Saya sudah memiliki niat ini sejak saya belum terpikir untuk menjadi seoarang bidan. Mengapa saya menjadi tertarik di Bulan Sabit Merah Indonesia? Karena saya memiliki angan-angan untuk bisa menjadi wakil Indonesia yang dikirim ke Palestina untuk menjadi relawan dan kemudian saya MATI di Palestina sebagai SYUHADA,insyaallah.Allahuakbar!!!ya…tujuan saya di Bulan Sabit Merah memang untuk mati. Mungkin kedengarannya aneh, tapi memang itulah NIAT sungguh-sungguh saya. Mati sebagai SYUHADA bukan mati sia-sia di Palestina. Selain itu saya juga masih memiliki amanah di LDK kampus saya. Saya tergabung sebagai Dewan Alumni Formis. Dan saya masih memiliki kewajiban untuk mengurus Formis, LDK yang sudah kita perjuangkan bersama-sama untuk tegak berdiri di Poltekkes Kemenkes Jakarta I. tidak mungkin saya yang mengusulkan namun saya sendiri hengkang dari kampus ini.tidak….tidak…tidak…tidak bisa segera ditinggalkan seperti ini. Masih ada alasan lagi mengapa saya harus tetap ada di Jakarta. Alasan lainnya adalah saya ingin segera melanjutkan study saya. Saya ingin segera S1 lanjutkan lagi hingga S2 dan terus belajar. Hal ini tidak bisa saya lakukan sambil bekerja bila saya memilih bekerja di luar P.Jawa. belum lagi dengan mimpi saya untuk bisa melanjutkan study keluar negeri, mengikuti jejak dosen favorit saya Ibu Wasnidar yang melanjutkan study kebidanannya di London. Bukan karena pengidolaan saja. Namun memang untuk peningkatan kompetensi saya sebagai seorang tenaga kesehatan. Karena yang saya dengar, Indonesia tertinggal 20 tahun ilmu pengetahuaannya. Ohh…sungguh memprihatinkan bila pernyataan itu benar. Yang saya ketahui, di Negara barat sudah tidak menerapkan prinsip proteksi diri nya karena memang saat screening awal kehamilan sudah demikian komprehensifnya sehingga tidak ragu-ragu lagi untuk tidak menerapkan proteksi diri. Prinsip tafsiran berat janin pun dinegara barat sudah tidak menerapkan pengukuran tinggi fundus uteri dengan menggunakan metline lagi. hanya dengan palpasi sudah dapat menentukan tafsiran berat janin. Wow…sungguh dahsyatt…
Ya Allah…sungguh hamba bingung…harus kemanakah kaki ini melangkah? Haruskah ku penuhi naluri hati ku untuk menuju wilayah terpelosok? Ataukah memenuhi target-target saya di Jakarta? ?
Ku pasrahkan ya Rabb…semoga kemanapun kaki ini melangkah dapat memberikan banyak kebermanfaatan yang mengantarkanku untuk dapat berjumpa dengan-Mu…aamiin.
Hakiki.15042011.22.19
jika mereka begitu maka aku begini
Jika mereka pernah menyakitiku, maka sewajarnya aku memusuhinya
Tapi ini tidak, aku tetap menjadi temannya.
Jika mereka pernah membohongiku, maka sewajarnya aku marah padanya
Tapi ini tidak, aku tetap menjadi temannya.
Jika mereka pernah memanfaatkanku, maka sewajarnya aku menjauhinya
Tapi ini tidak, aku tetap menjadi temannya.
Jika mereka pernah mengkhianatiku, maka sewajarnya aku tak mempercayainya
Tapi ini tidak, aku tetap menjadi temannya.
Jika mereka pernah mempermainkanku, maka sewajarnya aku membencinya
Tapi ini tidak, aku tetap menjadi temannya.
Jika mereka pernah menghinaku, maka sewajarnya aku sakit hati padanya
Tapi ini tidak, aku tetap menjadi temannya.
Mereka curiga dengan pertemananku? Ya, karena aku berbuat tak sewajarnya.
Namun salahkah aku bila berbuat diluar kewajaran?
Satu hal yang ku pelajari, ketika orang lain memberimu bara api berikanlah air yang menyejukkan
Tahukah kamu apa yang terjadi?
Ketika pelajaran itu ku praktekkan, benar saja orang yang paling jahat kepada ku kini mendeklarasikan hidup matinya untuk menjaga ku…
Jadi masih salahkah aku bertindak diluar kewajaran?
Aku tulus menjadikanmu sebagai temanku,berharap suatu saat nanti bisa saling mengunjungi dan bersilaturahmi. Tak ada keuntungan lain yang ku harapkan darimu selain menjadi saudaramu…
Dedication me to my “friends”. Ya, katanya “friends” gak tau deh klo masih banyak kecurigaan-kecurigaan. No problemooo…..whatever do u think about me, but it’s true from me…
Hakiki.17.14.2011.17.47_sambil nunggu magrib_\\^0^//
Tapi ini tidak, aku tetap menjadi temannya.
Jika mereka pernah membohongiku, maka sewajarnya aku marah padanya
Tapi ini tidak, aku tetap menjadi temannya.
Jika mereka pernah memanfaatkanku, maka sewajarnya aku menjauhinya
Tapi ini tidak, aku tetap menjadi temannya.
Jika mereka pernah mengkhianatiku, maka sewajarnya aku tak mempercayainya
Tapi ini tidak, aku tetap menjadi temannya.
Jika mereka pernah mempermainkanku, maka sewajarnya aku membencinya
Tapi ini tidak, aku tetap menjadi temannya.
Jika mereka pernah menghinaku, maka sewajarnya aku sakit hati padanya
Tapi ini tidak, aku tetap menjadi temannya.
Mereka curiga dengan pertemananku? Ya, karena aku berbuat tak sewajarnya.
Namun salahkah aku bila berbuat diluar kewajaran?
Satu hal yang ku pelajari, ketika orang lain memberimu bara api berikanlah air yang menyejukkan
Tahukah kamu apa yang terjadi?
Ketika pelajaran itu ku praktekkan, benar saja orang yang paling jahat kepada ku kini mendeklarasikan hidup matinya untuk menjaga ku…
Jadi masih salahkah aku bertindak diluar kewajaran?
Aku tulus menjadikanmu sebagai temanku,berharap suatu saat nanti bisa saling mengunjungi dan bersilaturahmi. Tak ada keuntungan lain yang ku harapkan darimu selain menjadi saudaramu…
Dedication me to my “friends”. Ya, katanya “friends” gak tau deh klo masih banyak kecurigaan-kecurigaan. No problemooo…..whatever do u think about me, but it’s true from me…
Hakiki.17.14.2011.17.47_sambil nunggu magrib_\\^0^//
Selasa, 12 April 2011
malam ini untuk hati ku
Malam ini aku ingin memanjakan diri, kembali menjadi sosok yang normal sebagai wanita yang juga punya hati…
Sudah lama, sangat lama mungkin aku tidak pernah memperhatikan hati ku sendiri, sibuk dengan tanggungjawab dan kepadatan jadwal kuliah dan dines dimana-mana. Cukup membantu memang, pekerjaan memang obat yang mujarab sebagai teman dikala sedih, dikala sakit, dikala letih.
Tapi saat ini aku ingin memanjakan hatiku, membiarkannya menangis, membiarkannya bersedih, karena hal itu tidak pernah ku ijinkan hinggap dihatiku selama ini.
“Semuanya akan baik-baik saja dan berjalan sebagai mana mestinya hingga aku tidak perlu khawatir atas segala ketentuan-Nya, tidak perlu menangis karena air mata itu akan semakin membuatmu terlihat menyedihkan, tidak perlu berbagi kesedihan karena itu hanya akan membuatmu semakin malu karena rasa kasihan dari orang lain yang kamu dapatkan. Tidak perlu tampak lesu, muram tak bercahaya karena itu akan memperkuat penampilan burukmu dihadapan orang-orang. Tunjukkan senyummu, tampakkan keceriaanmu, hibur semua orang yang dekat denganmu, berbuat baik semampumu, bahagiakan mereka hingga mereka merasa indah bersamamu, merindui kehadiranmu disetiap waktu.”
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Artinya : “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “ Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”(QS. Fushilat : 33)
Ya..itulah prinsip keseharianku, hingga aku tak pernah mengijinkan pipiku dialiri oleh air mata kecuali saat ku berdoa karena takut terhadap Rabb ku, kecuali saat ku tahu aku melalaikan orang-orang terdekatku dihimpit kesulitan namun karena kebodohanku, aku tak sempat membantu…
Baik lah aku sedang ingin menangis saat ini, tak perduli apa yang ingin ku tangisi, aku ingin memberi dispensasi terhadap hatiku sendiri untuk kembali ke fitrahku sebagai wanita yang lembut hatinya, mudah terenyuh terhadap sesuatu kesedihan.
Namun gara-gara aku menulis catatan ini hilang sudah atmosfer kesedihanku, tak jadi lah aku menangis…lantas kapan aku sempat menangis???:-)
Ya Rabb, aku bersujud kepada-Mu, terimakasih atas seluruh kebahagiaan yang Kau berikan kepada ku, terimakasih atas anugerah mental yang kuat, hati yang ikhlas, jiwa yang lepas hingga aku sangat menikmati setiap ujian yang Kau berikan kepadaku.
Jadikanlah setiap nafasku hanya untuk mengingat-Mu, bermanja-manja kepada-Mu hingga aku merasa tak kan mampu hidup jauh dari-Mu. Genggam erat jiwaku, dekap erat tubuhku, basuh lembut hatiku, jadikanlah aku termasuk kedalam kekasih-Mu…
HQQ.050311.19:22
Sudah lama, sangat lama mungkin aku tidak pernah memperhatikan hati ku sendiri, sibuk dengan tanggungjawab dan kepadatan jadwal kuliah dan dines dimana-mana. Cukup membantu memang, pekerjaan memang obat yang mujarab sebagai teman dikala sedih, dikala sakit, dikala letih.
Tapi saat ini aku ingin memanjakan hatiku, membiarkannya menangis, membiarkannya bersedih, karena hal itu tidak pernah ku ijinkan hinggap dihatiku selama ini.
“Semuanya akan baik-baik saja dan berjalan sebagai mana mestinya hingga aku tidak perlu khawatir atas segala ketentuan-Nya, tidak perlu menangis karena air mata itu akan semakin membuatmu terlihat menyedihkan, tidak perlu berbagi kesedihan karena itu hanya akan membuatmu semakin malu karena rasa kasihan dari orang lain yang kamu dapatkan. Tidak perlu tampak lesu, muram tak bercahaya karena itu akan memperkuat penampilan burukmu dihadapan orang-orang. Tunjukkan senyummu, tampakkan keceriaanmu, hibur semua orang yang dekat denganmu, berbuat baik semampumu, bahagiakan mereka hingga mereka merasa indah bersamamu, merindui kehadiranmu disetiap waktu.”
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Artinya : “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “ Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”(QS. Fushilat : 33)
Ya..itulah prinsip keseharianku, hingga aku tak pernah mengijinkan pipiku dialiri oleh air mata kecuali saat ku berdoa karena takut terhadap Rabb ku, kecuali saat ku tahu aku melalaikan orang-orang terdekatku dihimpit kesulitan namun karena kebodohanku, aku tak sempat membantu…
Baik lah aku sedang ingin menangis saat ini, tak perduli apa yang ingin ku tangisi, aku ingin memberi dispensasi terhadap hatiku sendiri untuk kembali ke fitrahku sebagai wanita yang lembut hatinya, mudah terenyuh terhadap sesuatu kesedihan.
Namun gara-gara aku menulis catatan ini hilang sudah atmosfer kesedihanku, tak jadi lah aku menangis…lantas kapan aku sempat menangis???:-)
Ya Rabb, aku bersujud kepada-Mu, terimakasih atas seluruh kebahagiaan yang Kau berikan kepada ku, terimakasih atas anugerah mental yang kuat, hati yang ikhlas, jiwa yang lepas hingga aku sangat menikmati setiap ujian yang Kau berikan kepadaku.
Jadikanlah setiap nafasku hanya untuk mengingat-Mu, bermanja-manja kepada-Mu hingga aku merasa tak kan mampu hidup jauh dari-Mu. Genggam erat jiwaku, dekap erat tubuhku, basuh lembut hatiku, jadikanlah aku termasuk kedalam kekasih-Mu…
HQQ.050311.19:22
surat untuk kakakku tercinta
Barakallah,
Untuk kedua kakak ku terkasih yang telah mengambil tanggungjawab baru dalam hidupnya.
Membuka lembaran baru, cerita baru dengan babak kehidupan yang baru dan dengan penambahan aktor baru pula dalam skenario kehidupannya…
Kakak ku terkasih…
Andai ada suatu perkataan yang pantas ku ucapkan untuk mu maka tak ada perkataan yang lebih baik lagi dari ku selain apa yang ingin ku sampaikan sebagaimana yang disampaikan ibunda kita Sayyiddah Aisyah ra…
Aisyah ra bertanya kepada Rasulallah SAW,
“Siapakah Manusia yang paling berhak atas seorang wanita?” Maka beliau menjawab, “Suaminya.” (HR. Al-Hakim dan Al-Bazzar, hadits hasan)
Sebagai mana yang disampaikan Rasulallah SAW kepada umatnya,
Kalau saja aku diperbolehkan memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada selain Allah, niscaya aku akan perintahkan seorang istri bersujud kepada suaminya. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sungguh searang istri itu tidak dikatakan menunaikan hak Rabb-nya hingga dia menunaikan hak suaminya. (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, Hadits hasan)
Sedemikian luasnya jalan yang dibukakan oleh Allah bagi wanita untuk meraih ridha-Nya…
Ridha suami kepadamu merupakan jalan menuju jannah-Nya…
Kepatuhanmu kepada suamimu niatkanlah untuk meraih keridhaan-Nya…
Ingatlah selalu bahwa melaksanakan hak suamimu merupakan bagian dari melaksanakan hak Rabb-Mu…
Berbahagialah karena engkau hidup dalam kubangan nikmat yang dihadirkan bersama suami yang engkau kasihi…
Berbahagialah karena engkau dapati suami yang dapat membawamu menuju surga teragung sebagai tempat kedudukan semulia-mulianya…
Ku kutip dari sebuah buku, seorang penyair atas nama para suami yang sedang bersedih memberikan nasihat kepada para istri:
Maafkan aku
Dengan begitu kau akan melanggengkan rasa kasihku
Janganlah kau angkat bicara ketika aku sedang dipuncak amarah
Jangalah banyak mengadu sehingga rasa cintaku menjadi gersang
Karena hati itu selalu terbolak-balik
Rasa cinta dan luka itu letaknya dalam hati
Jika keduanya berkumpul, cinta tidak akan tinggal dan segera pergi.
Istri yang cerdas, lemah lembut, dan ramah akan mampu mendapatkan segala yang diinginkannya dari suaminya…
Dan itu yang ku dapati dari dalam dirimu…
Berbahagialah karena engkau akan mendapatkan segala sesuatu yang engkau inginkan dari suamimu…
Pertahankanlah kepandaian, kelemahlembutan dan keramahanmu dikala diri dikuasai amarah…
Karena hanya dengan kepandaian, kelemahlembutan dan keramahanlah seluruh masalah dapat diselesaikan…
Aku ingin bisa seperti mu,agar ku dapat keberuntungan seperti mu…^_^
Peluk rindu untuk ke dua kakak ku…
… Winna Andini…Nurhasnah…
_Hakiki_
Untuk kedua kakak ku terkasih yang telah mengambil tanggungjawab baru dalam hidupnya.
Membuka lembaran baru, cerita baru dengan babak kehidupan yang baru dan dengan penambahan aktor baru pula dalam skenario kehidupannya…
Kakak ku terkasih…
Andai ada suatu perkataan yang pantas ku ucapkan untuk mu maka tak ada perkataan yang lebih baik lagi dari ku selain apa yang ingin ku sampaikan sebagaimana yang disampaikan ibunda kita Sayyiddah Aisyah ra…
Aisyah ra bertanya kepada Rasulallah SAW,
“Siapakah Manusia yang paling berhak atas seorang wanita?” Maka beliau menjawab, “Suaminya.” (HR. Al-Hakim dan Al-Bazzar, hadits hasan)
Sebagai mana yang disampaikan Rasulallah SAW kepada umatnya,
Kalau saja aku diperbolehkan memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada selain Allah, niscaya aku akan perintahkan seorang istri bersujud kepada suaminya. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sungguh searang istri itu tidak dikatakan menunaikan hak Rabb-nya hingga dia menunaikan hak suaminya. (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, Hadits hasan)
Sedemikian luasnya jalan yang dibukakan oleh Allah bagi wanita untuk meraih ridha-Nya…
Ridha suami kepadamu merupakan jalan menuju jannah-Nya…
Kepatuhanmu kepada suamimu niatkanlah untuk meraih keridhaan-Nya…
Ingatlah selalu bahwa melaksanakan hak suamimu merupakan bagian dari melaksanakan hak Rabb-Mu…
Berbahagialah karena engkau hidup dalam kubangan nikmat yang dihadirkan bersama suami yang engkau kasihi…
Berbahagialah karena engkau dapati suami yang dapat membawamu menuju surga teragung sebagai tempat kedudukan semulia-mulianya…
Ku kutip dari sebuah buku, seorang penyair atas nama para suami yang sedang bersedih memberikan nasihat kepada para istri:
Maafkan aku
Dengan begitu kau akan melanggengkan rasa kasihku
Janganlah kau angkat bicara ketika aku sedang dipuncak amarah
Jangalah banyak mengadu sehingga rasa cintaku menjadi gersang
Karena hati itu selalu terbolak-balik
Rasa cinta dan luka itu letaknya dalam hati
Jika keduanya berkumpul, cinta tidak akan tinggal dan segera pergi.
Istri yang cerdas, lemah lembut, dan ramah akan mampu mendapatkan segala yang diinginkannya dari suaminya…
Dan itu yang ku dapati dari dalam dirimu…
Berbahagialah karena engkau akan mendapatkan segala sesuatu yang engkau inginkan dari suamimu…
Pertahankanlah kepandaian, kelemahlembutan dan keramahanmu dikala diri dikuasai amarah…
Karena hanya dengan kepandaian, kelemahlembutan dan keramahanlah seluruh masalah dapat diselesaikan…
Aku ingin bisa seperti mu,agar ku dapat keberuntungan seperti mu…^_^
Peluk rindu untuk ke dua kakak ku…
… Winna Andini…Nurhasnah…
_Hakiki_
Minggu, 13 Maret 2011
Penanggulangan Masalah Sex Bebas Pada Remaja
Untuk menghindari sex bebas perlu dilakukan pengontrolan dan pengendalian nafsu syahwat. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah
Memperdalam keimanan
Memperdalam keimanan adalah menyakini bahwa Allah senantiasa bersamanya, mendengar dan melihat, mengetahui apa yang tersembunyi dan yang tampak serta apa yang tersirat di dalam lubuk hati yang paling dalam. Allah SWT berfirman ” Tidakkah kamu perhatikan bahwa sesungguhnya Allah memngetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, tiada pembicaraan yang rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah yang keenamnya. Dan tiadalah (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kiurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka dimanapun mereka berada ….. ” (QS. Al-Mujaadilah (58): 7)
Dengan itikad dan perasaan ini, seseorang mukmin akan terlepas dari jeratan hawa nafsu dan dorongan nafsu yang buruk, bisikan syetan serta fitnah harta dan wanita.
Mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat
Rasulullah SAW bersabda ” Tekunilah yang bermanfaat untukmu dan mintalah pertolongan kepada Allah, jangan sampai kamu lemah’ (HR. Muslim). Seorang pemuda bila ia sendirian diwaktu-waktu kosong, akan datang kepadanya angan-angan, bisikan-bisikan dan hawa nafsu yang membawa kepada dosa juga khayalan-khayalan seksual. Seorang pemuda harus mentahui bagaimana ia menghabiskan waktunya dan mengisi waktu kosongnya. Banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan oleh seorang remaja untuk mengisi waktu kosongnya, bisa dengan olahraga, rekreasi, membaca buku yang berfaidah, membuat kerajinan tangan, menghadiri pengajian, mengiktui perlombaan dan lain-lain aktifitas yang bermanfaat.
Teman yang shalih
Suatu kenyataan dan pengalaman membuktikan bahwa ketika seorang remaja berteman dengan teman yang shaleh dan baik maka ia akan terpengaruh pada mereka untuk melakukan kebaikan, istiqomah dan keshalihan. Rasulullah SAW bersabda ” Jangan kamu berteman kecuali dengan orang mukmin dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang takwa (HR. At-Turmudzi). Sebaliknya jika seorang pemuda berteman dengan teman yang jahat dan selalu berbuat maksiat, maka ia akan terpengaruh untuk melakukan kejahatan, kemaksiatan dan kemerosotan moral juga. Inilah sebabnya Rasulullah SAW menasehati lewat sabdanya : ” seseorang itu menurut agama temannya, maka hendaklah dia memperhatikan siapa yang menjadi temannya (HR. At-Turmudzi).
Menjauhi dan menghindari media massa yang buruk
Media massa merupakan salah satu faktor yang ”ikut” bertanggung jawab terhadap menjamurnya seks bebas. Banyak acara-acara ditelevisi dan pemberitaan di koran dan majalah yang mengumbar nafsu seks, gambar-gambar yang seronok, iklan-iklan yang berbau ”pornografi” yang turut memperburuk moral para remaja dan merangsang remaja untuk melakukan seks bebas. Untuk itu para remaja perlu memilah-milah berita yang akan dibaca dan acara televisi yang akan ditontonnya. Sekarang ini ada pepatah yang mengatakan ”tontonan telah menjadi tuntunan, sebaliknya banyak tuntunan hanya tinggal sebagai tontonan saja” Allah SWT berfirman: ”Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk” (QS Al-Israa’: 32)
Berpuasa
Berpuasa sunnah dapat mengendalikan hawa nafsu seksual, disamping itu juga akan menghindari timbulnya pikiran-pikiran kotor, sehingga dapat melindungi seorang remaja dari melakukan seks bebas. Rasulullah SAW bersabda ” Wahai sekalian pemuda, siapa di antara kalian yang telah mempunyai kemampuan (untuk menikah) maka menikahlah. Sesungguhnya pernikahan itu lebih dapat menjaga pandangan mata dan mengekang hawa nafsu. Bagi siapa yang belum memiliki kemampuan, maka berpuasalah. Sesungguhnya puasa adalah penawar baginya” (HR Bukhari)
Menggunakan cara-cara medis
Nabi Muhammad SAW bersabda ” Hikmah itu adalah barang yang tercecer milik orang yang beriman, dimana saja ia mendapatkannya … ia yang lebih berhak untuk itu (HR. Turmudzi dan Al Askari). Untuk mengendalikan nafsu seksual dapat diupayakan cara-cara medis sebagai berikut:
* Sering mandi air dingin di musim panas
* memperbanyak olahraga dan latihan fisik
* Menjauhi makanan yang mengandung merica dan rempah-rempah karena mempunyai sifat merangsang
* Tidak terlalu banyak mengkonsumsi semampunya minuman perangsang saraf seperti kopi
* Tidak terlalu banyak mengkonsumsi daging merah dan telur
Memperdalam keimanan
Memperdalam keimanan adalah menyakini bahwa Allah senantiasa bersamanya, mendengar dan melihat, mengetahui apa yang tersembunyi dan yang tampak serta apa yang tersirat di dalam lubuk hati yang paling dalam. Allah SWT berfirman ” Tidakkah kamu perhatikan bahwa sesungguhnya Allah memngetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, tiada pembicaraan yang rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah yang keenamnya. Dan tiadalah (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kiurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka dimanapun mereka berada ….. ” (QS. Al-Mujaadilah (58): 7)
Dengan itikad dan perasaan ini, seseorang mukmin akan terlepas dari jeratan hawa nafsu dan dorongan nafsu yang buruk, bisikan syetan serta fitnah harta dan wanita.
Mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat
Rasulullah SAW bersabda ” Tekunilah yang bermanfaat untukmu dan mintalah pertolongan kepada Allah, jangan sampai kamu lemah’ (HR. Muslim). Seorang pemuda bila ia sendirian diwaktu-waktu kosong, akan datang kepadanya angan-angan, bisikan-bisikan dan hawa nafsu yang membawa kepada dosa juga khayalan-khayalan seksual. Seorang pemuda harus mentahui bagaimana ia menghabiskan waktunya dan mengisi waktu kosongnya. Banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan oleh seorang remaja untuk mengisi waktu kosongnya, bisa dengan olahraga, rekreasi, membaca buku yang berfaidah, membuat kerajinan tangan, menghadiri pengajian, mengiktui perlombaan dan lain-lain aktifitas yang bermanfaat.
Teman yang shalih
Suatu kenyataan dan pengalaman membuktikan bahwa ketika seorang remaja berteman dengan teman yang shaleh dan baik maka ia akan terpengaruh pada mereka untuk melakukan kebaikan, istiqomah dan keshalihan. Rasulullah SAW bersabda ” Jangan kamu berteman kecuali dengan orang mukmin dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang takwa (HR. At-Turmudzi). Sebaliknya jika seorang pemuda berteman dengan teman yang jahat dan selalu berbuat maksiat, maka ia akan terpengaruh untuk melakukan kejahatan, kemaksiatan dan kemerosotan moral juga. Inilah sebabnya Rasulullah SAW menasehati lewat sabdanya : ” seseorang itu menurut agama temannya, maka hendaklah dia memperhatikan siapa yang menjadi temannya (HR. At-Turmudzi).
Menjauhi dan menghindari media massa yang buruk
Media massa merupakan salah satu faktor yang ”ikut” bertanggung jawab terhadap menjamurnya seks bebas. Banyak acara-acara ditelevisi dan pemberitaan di koran dan majalah yang mengumbar nafsu seks, gambar-gambar yang seronok, iklan-iklan yang berbau ”pornografi” yang turut memperburuk moral para remaja dan merangsang remaja untuk melakukan seks bebas. Untuk itu para remaja perlu memilah-milah berita yang akan dibaca dan acara televisi yang akan ditontonnya. Sekarang ini ada pepatah yang mengatakan ”tontonan telah menjadi tuntunan, sebaliknya banyak tuntunan hanya tinggal sebagai tontonan saja” Allah SWT berfirman: ”Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk” (QS Al-Israa’: 32)
Berpuasa
Berpuasa sunnah dapat mengendalikan hawa nafsu seksual, disamping itu juga akan menghindari timbulnya pikiran-pikiran kotor, sehingga dapat melindungi seorang remaja dari melakukan seks bebas. Rasulullah SAW bersabda ” Wahai sekalian pemuda, siapa di antara kalian yang telah mempunyai kemampuan (untuk menikah) maka menikahlah. Sesungguhnya pernikahan itu lebih dapat menjaga pandangan mata dan mengekang hawa nafsu. Bagi siapa yang belum memiliki kemampuan, maka berpuasalah. Sesungguhnya puasa adalah penawar baginya” (HR Bukhari)
Menggunakan cara-cara medis
Nabi Muhammad SAW bersabda ” Hikmah itu adalah barang yang tercecer milik orang yang beriman, dimana saja ia mendapatkannya … ia yang lebih berhak untuk itu (HR. Turmudzi dan Al Askari). Untuk mengendalikan nafsu seksual dapat diupayakan cara-cara medis sebagai berikut:
* Sering mandi air dingin di musim panas
* memperbanyak olahraga dan latihan fisik
* Menjauhi makanan yang mengandung merica dan rempah-rempah karena mempunyai sifat merangsang
* Tidak terlalu banyak mengkonsumsi semampunya minuman perangsang saraf seperti kopi
* Tidak terlalu banyak mengkonsumsi daging merah dan telur
Dampak yang Timbul Dari Sex Bebas, Khususnya Pada Remaja
Dampak dari sex bebas (free sex), khususnya pada remaja dapat dibagi menjadi :
Bahaya Fisik
Bahaya fisik yang dapat terjadi adalah terkena penyakit kelamin (Penyakit Menular Sexual/ PMS) dan HIV/AIDS serta bahaya kehamilan dini yang tak dikehendaki. PMS adalah penyakit yang dapat ditularkan dari seseorang kepada orang lain melalui hubungan seksual. Seseorang berisiko tinggi terkena PMS bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal. Bila tidak diobati dengan benar, penyakit ini dapat berakibat serius bagi kesehatan reproduksi, seperti terjadinya kemandulan, kebutaan pada bayi yang baru lahir bahkan kematian.
Perlu diketahui bahwa PMS tidak dapat dicegah hanya dengan memilih pasangan yang kelihatan bersih penampilannya, mencuci alat kelamin setelah berhubungan seksual, minum jamu-jamuan, minum antibiotik sebelum dan sesudah berhubungan seks.
AIDS singkatan dari Aquired Immuno Deficiency Syndrome. Penyakit ini adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya system kekebalan tubuh. Penyebabnya adalah virus HIV. HIV sendiri adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. AIDS merupakan penyakit yang salah satu cara penularannya adalah melalui hubungan seksual. Selain itu HIV dapat menular melalui pemakaian jarum suntik bekas orang yang terinfeksi virus HIV, menerim tranfusi darah yang tercemar HIV atau dari ibu hamil yang terinfeksi virus HIV kepada bayi yang dikandungannya.
Kesiapan seorang perempuan untuk hamil dan melahirkan atau mempunyai anak ditentukan oleh kesiapan dalam tiga hal, yaitu kesiapan fisik, kesiapan mental/ emosi/psikologis dan kesiapan sosial/ekonomi. Secara umum, seorang perempuan dikatakan siap secara fisik jika telah menyelesaikan pertumbuhan tubuhnya (ketika tubuhnya berhenti tumbuh), yaitu sekitar usia 20 tahun. Kehamilan pada usia yang sangat dini dan tidak dikehendaki akan menyebabkan terjadinya resiko kehamilan dan persalinan serta resiko pada janin seperti
* panggul sempit
* kontraksi rahim yang lemah
* ketidak teraturan tekanan darah yang dapat berdampak pada keracunan kehamilan serta
* kejang-kejang yang dapat menyebabkan kematian
* Remaja atau calon ibu merasa tidak ingin dan tidak siap untuk hamil maka ia bisa saja tidak mengurus dengan baik kehamilannya
* Gangguan pertumbuhan organ-organ tubuh pada janin
* kecacatan
* Sulit mengharapkan adanya perasaan kasih sayang yang tulus dan kuat dari ibu yang tidak menghendaki kehamilan bayi yang dilahirkanya nanti. Sehingga masa depan anak mungkin saja terlantar
Mengakhiri kehamilannya atau sering disebut dengan aborsi. Di Indonesia aborsi dikategorikan sebagai tindakan ilegal atau melawan hukum. Karena tindakan aborsi adalah ilegal maka sering dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan tidak aman. Aborsi tidak aman berkontribusi kepada kematian dan kesakitan ibu. Aborsi sangat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan perempuan terutama jika dilakukan secara sembarangan yaitu oleh mereka yang tidak terlatih. Perdarahan yang terus-menerus serta infeksi yang terjadi setelah tindakan aborsi merupakan sebab utama kematian perempuan yang melakukan aborsi. Di samping itu aborsi juga berdampak pada kondisi psikologis. Perasaan sedih karena kehilangan bayi, beban batin akibat timbulnya perasaan bersalah dan penyesalan yang dapat mengakibatkan depresi.
Bahaya Perilaku dan Kejiwaan
Sex bebas akan menyebabkan terjadinya penyakit kelainan seksual berupa keinginan untuk selalu melakukan hubungan sex. Sipenderita sellau menyibukkan waktunya dengan berbagai khayalan-khayalan seksual, jima, ciuman, rangkulan, pelukan, dan bayangan-bayangan bentuk tubuh wanita luar dan dalam. Sipenderita menjadi pemalas, sulit berkonsentrasi, sering lupa, bengong, ngelamun, badan jadi kurus dan kejiwaan menjadi tidak stabil. Yang ada dipikirannya hanyalah seks dan seks serta keinginan untuk melampiaskan nafsu seksualnya. Akibatnya bila tidak mendapat teman untuk sex bebas, ia akan pergi ke tempat pelacuran (prostitusi) dan menjadi pemerkosa. Lebih ironis lagi bila ia tak menemukan orang dewasa sebagai korbannya, ia tak segan-segan memerkosa anak-anak dibawah umur bahkan nenek yang sudah uzur.
Bahaya Sosial
Sex bebas juag akan menyebabkan seseorang tidak lagi berpikir untuk membentuk keluarga, mempunyai anak, apalagi memikul sebuah tanggung jawab. Mereka hanya menginginkan hidup di atas kebebasan semu. Lebih parah lagi seorang wanita yang melakukan sex bebas pada akhirnya akan terjerumus ke dalam lembah pelacuran dan prostitusi.
Anak yang terlanjur terlahir akibat sex bebas (perzinahan) tidak mendapatkan cinta kasih dari ayahnya dan kelembutan belainan ibunya. Ia tidak akan mendapat perhatian dan pendidikan yang cukup. Setelah ia tahu bahwa ia terlahir akibat perzinahan, maka kejiwaannya akan menjadi kaku dan tersisih dalam pergaulan dan sosial kemasyarakatan, bahkan tak jarang ia akan terlibat dalam masalah kriminalitas. Hal yang lebih ironis lagi adalah sering ayah dari anak yang terlahir akibat sex bebas tidak jelas lagi siapa ayahnya.
Sex bebas juga akan menyebabkan berantakannya suatu keluarga dan terputusnya tali silaturrahmi dan kekerabatan. Orang tua biasanya tidak akan perduli lagi pada anak yang telah jauh tersesat ini, sebaliknya seorang remaja yang merasa tidak dipedulikan lagi oleh orang tuanya akan semakin nekad, membangkang dan tidak patuh lagi pada orang tua. Ia juga akan terlibat konfrontasi dengan sanak saudara lainnya. Hal ini pada akhirnya dapat menimbulkan rasa frustasi dan kecewa serta dendam tak kesudahan terhadap anggota keluarga sendiri.
Bahaya Perekonomian
Sex bebas akan melemahkan perekonomian si pelaku karena menurunnya produktivitas si pelaku akibat kondisi fisik dan mental yang menurun, penghamburan harta untuk memenuhi keinginan sex bebasnya. Disamping itu sipelaku juga akan berupaya mendapatkan harta dan uang dengan menghalalkan segala cara termasuk dari jalan yang haram dan keji seperti korupsi, menipu, judi, bisnis minuman keras dan narkoba dan lain sebagainya.
Bahaya keagamaan dan akhirat
Para pemuda yang terperosok kedalam lumpur kehanyutan sex bebas dan kemerosotan akhlak akan ditimpa 4 macam hal tercela yang diisyaratkan dan disebutkan tanda-tandanya oleh Rasulullah SAW, sebagaimana yang tercantum dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani. Rasulullah SAW bersabda : ”Jauhilah zina karena ia mengakibatkan 4 macam hal; menghilangkan wibawa di wajah, menghalangi rezeki, dimurkai Allah dan menyebabkan kekelan dalam neraka” (HR. Ath-Thabrani). Seorang pezina ketika ia melakukan zina akan terlepas dari keimanan dan ke Islaman, sebagaimana hadist Rasulullah SAW: ” Tidak ada seorang pezina ketika melakukan zina sedangkan saat itu ia beriman….” (HR. Bukhari dan Muslim)
Diantara bahaya akhirat, seorang pezina jika tidak bertaubat akan dilipat gandakan siksaanya pada hari kiamat, sebagaimana firman Allah SWT: ”Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu niscaya ia mendapat (pembalasan) dosa (nya) (yakni) akan dilipatgandakan azb untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina” (QS. Al Furqaan: 68-69)
Bahaya Fisik
Bahaya fisik yang dapat terjadi adalah terkena penyakit kelamin (Penyakit Menular Sexual/ PMS) dan HIV/AIDS serta bahaya kehamilan dini yang tak dikehendaki. PMS adalah penyakit yang dapat ditularkan dari seseorang kepada orang lain melalui hubungan seksual. Seseorang berisiko tinggi terkena PMS bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal. Bila tidak diobati dengan benar, penyakit ini dapat berakibat serius bagi kesehatan reproduksi, seperti terjadinya kemandulan, kebutaan pada bayi yang baru lahir bahkan kematian.
Perlu diketahui bahwa PMS tidak dapat dicegah hanya dengan memilih pasangan yang kelihatan bersih penampilannya, mencuci alat kelamin setelah berhubungan seksual, minum jamu-jamuan, minum antibiotik sebelum dan sesudah berhubungan seks.
AIDS singkatan dari Aquired Immuno Deficiency Syndrome. Penyakit ini adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya system kekebalan tubuh. Penyebabnya adalah virus HIV. HIV sendiri adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. AIDS merupakan penyakit yang salah satu cara penularannya adalah melalui hubungan seksual. Selain itu HIV dapat menular melalui pemakaian jarum suntik bekas orang yang terinfeksi virus HIV, menerim tranfusi darah yang tercemar HIV atau dari ibu hamil yang terinfeksi virus HIV kepada bayi yang dikandungannya.
Kesiapan seorang perempuan untuk hamil dan melahirkan atau mempunyai anak ditentukan oleh kesiapan dalam tiga hal, yaitu kesiapan fisik, kesiapan mental/ emosi/psikologis dan kesiapan sosial/ekonomi. Secara umum, seorang perempuan dikatakan siap secara fisik jika telah menyelesaikan pertumbuhan tubuhnya (ketika tubuhnya berhenti tumbuh), yaitu sekitar usia 20 tahun. Kehamilan pada usia yang sangat dini dan tidak dikehendaki akan menyebabkan terjadinya resiko kehamilan dan persalinan serta resiko pada janin seperti
* panggul sempit
* kontraksi rahim yang lemah
* ketidak teraturan tekanan darah yang dapat berdampak pada keracunan kehamilan serta
* kejang-kejang yang dapat menyebabkan kematian
* Remaja atau calon ibu merasa tidak ingin dan tidak siap untuk hamil maka ia bisa saja tidak mengurus dengan baik kehamilannya
* Gangguan pertumbuhan organ-organ tubuh pada janin
* kecacatan
* Sulit mengharapkan adanya perasaan kasih sayang yang tulus dan kuat dari ibu yang tidak menghendaki kehamilan bayi yang dilahirkanya nanti. Sehingga masa depan anak mungkin saja terlantar
Mengakhiri kehamilannya atau sering disebut dengan aborsi. Di Indonesia aborsi dikategorikan sebagai tindakan ilegal atau melawan hukum. Karena tindakan aborsi adalah ilegal maka sering dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan tidak aman. Aborsi tidak aman berkontribusi kepada kematian dan kesakitan ibu. Aborsi sangat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan perempuan terutama jika dilakukan secara sembarangan yaitu oleh mereka yang tidak terlatih. Perdarahan yang terus-menerus serta infeksi yang terjadi setelah tindakan aborsi merupakan sebab utama kematian perempuan yang melakukan aborsi. Di samping itu aborsi juga berdampak pada kondisi psikologis. Perasaan sedih karena kehilangan bayi, beban batin akibat timbulnya perasaan bersalah dan penyesalan yang dapat mengakibatkan depresi.
Bahaya Perilaku dan Kejiwaan
Sex bebas akan menyebabkan terjadinya penyakit kelainan seksual berupa keinginan untuk selalu melakukan hubungan sex. Sipenderita sellau menyibukkan waktunya dengan berbagai khayalan-khayalan seksual, jima, ciuman, rangkulan, pelukan, dan bayangan-bayangan bentuk tubuh wanita luar dan dalam. Sipenderita menjadi pemalas, sulit berkonsentrasi, sering lupa, bengong, ngelamun, badan jadi kurus dan kejiwaan menjadi tidak stabil. Yang ada dipikirannya hanyalah seks dan seks serta keinginan untuk melampiaskan nafsu seksualnya. Akibatnya bila tidak mendapat teman untuk sex bebas, ia akan pergi ke tempat pelacuran (prostitusi) dan menjadi pemerkosa. Lebih ironis lagi bila ia tak menemukan orang dewasa sebagai korbannya, ia tak segan-segan memerkosa anak-anak dibawah umur bahkan nenek yang sudah uzur.
Bahaya Sosial
Sex bebas juag akan menyebabkan seseorang tidak lagi berpikir untuk membentuk keluarga, mempunyai anak, apalagi memikul sebuah tanggung jawab. Mereka hanya menginginkan hidup di atas kebebasan semu. Lebih parah lagi seorang wanita yang melakukan sex bebas pada akhirnya akan terjerumus ke dalam lembah pelacuran dan prostitusi.
Anak yang terlanjur terlahir akibat sex bebas (perzinahan) tidak mendapatkan cinta kasih dari ayahnya dan kelembutan belainan ibunya. Ia tidak akan mendapat perhatian dan pendidikan yang cukup. Setelah ia tahu bahwa ia terlahir akibat perzinahan, maka kejiwaannya akan menjadi kaku dan tersisih dalam pergaulan dan sosial kemasyarakatan, bahkan tak jarang ia akan terlibat dalam masalah kriminalitas. Hal yang lebih ironis lagi adalah sering ayah dari anak yang terlahir akibat sex bebas tidak jelas lagi siapa ayahnya.
Sex bebas juga akan menyebabkan berantakannya suatu keluarga dan terputusnya tali silaturrahmi dan kekerabatan. Orang tua biasanya tidak akan perduli lagi pada anak yang telah jauh tersesat ini, sebaliknya seorang remaja yang merasa tidak dipedulikan lagi oleh orang tuanya akan semakin nekad, membangkang dan tidak patuh lagi pada orang tua. Ia juga akan terlibat konfrontasi dengan sanak saudara lainnya. Hal ini pada akhirnya dapat menimbulkan rasa frustasi dan kecewa serta dendam tak kesudahan terhadap anggota keluarga sendiri.
Bahaya Perekonomian
Sex bebas akan melemahkan perekonomian si pelaku karena menurunnya produktivitas si pelaku akibat kondisi fisik dan mental yang menurun, penghamburan harta untuk memenuhi keinginan sex bebasnya. Disamping itu sipelaku juga akan berupaya mendapatkan harta dan uang dengan menghalalkan segala cara termasuk dari jalan yang haram dan keji seperti korupsi, menipu, judi, bisnis minuman keras dan narkoba dan lain sebagainya.
Bahaya keagamaan dan akhirat
Para pemuda yang terperosok kedalam lumpur kehanyutan sex bebas dan kemerosotan akhlak akan ditimpa 4 macam hal tercela yang diisyaratkan dan disebutkan tanda-tandanya oleh Rasulullah SAW, sebagaimana yang tercantum dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani. Rasulullah SAW bersabda : ”Jauhilah zina karena ia mengakibatkan 4 macam hal; menghilangkan wibawa di wajah, menghalangi rezeki, dimurkai Allah dan menyebabkan kekelan dalam neraka” (HR. Ath-Thabrani). Seorang pezina ketika ia melakukan zina akan terlepas dari keimanan dan ke Islaman, sebagaimana hadist Rasulullah SAW: ” Tidak ada seorang pezina ketika melakukan zina sedangkan saat itu ia beriman….” (HR. Bukhari dan Muslim)
Diantara bahaya akhirat, seorang pezina jika tidak bertaubat akan dilipat gandakan siksaanya pada hari kiamat, sebagaimana firman Allah SWT: ”Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu niscaya ia mendapat (pembalasan) dosa (nya) (yakni) akan dilipatgandakan azb untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina” (QS. Al Furqaan: 68-69)
Masalah Sex Ditinjau Dari Pandangan Agama Dan Pandangan Medis
Islam menganggap sex sebagai sesuatu hal yang suci, fitrah, dan bahkan sebagai sarana untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Dalam suatu hadist dikatakan, ” Dua rakaat shalat yang didirikan oleh orang yang kawin lebih baik daripada keterjagaan (ibadah) di malam hari dan puasa (disiang hari) orang yang tidak kawin.” Namun seks yang bagaimana? Tentu saja seks yang sesuai dengan atura-aturan syariat Islam, seks yang ”memanusiakan” manusia bukan seks ala hewan yang dapat merendahkan derajat kita sebagai manusia. Allah SWT menciptakan naluri seks pada diri manusia sebagai sarana penjaga kesinambungan eksistensi umat manusia di dunia dan juga sebagai sarana kesenangan bagi manusia. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an ”Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang terpelajar” (QS Ar Ruum: 21)
Allah SWT menciptakan hasrat seksual (syahwat) pada manusia. Syahwat sama normalnya dengan nafsu makan dan minum. Seperti hasrat-hasrat lain yang Allah ciptakan pada manusia, hasrat seksual sangatlah kuat dan dapat menguasai manusia yang lemah. Hasrat seksual, sebagaimana nafsu makan dan minum, dapat dipenuhi dengan cara yang halal maupun yang haram. Adalah haram untuk memuaskan hasrat seksual diluar ikatan perkawinan, sesama jenis, dengan hewan ataupun dengan orang mati (mayat).
Seks bukan suatu kata yang ”kotor”, seks adalah anugrah Allah SWT kepada umat manusia. Islam mmenyediakan sarana-sarana dan aturan-aturan yang halal untuk menikmati anugrah Illahi ini. Seks bukan hanya sarana reproduksi, tetapi juga sarana dalam memperoleh kesenangan dan kenikmatan. Bahkan jika seks dipraktekkan dalam kerangka yang benar sesuai dengan syariat Islam bukan hanya kesenangan dan kepuasan yang didapat melainkan juga pahala dari Allah SWT.
Perkawinan atau pernikahan adalah satu-satunya sarana yang sah, halal, bagi pemenuhan kebutuhan seksual dan reproduksi. Rasulullah SAW bersabda ” Wahai sekalian pemuda, siapa di antara kalian yang telah mempunyai kemampuan (untuk menikah) maka menikahlah. Sesungguhnya pernikahan itu lebih dapat menjaga pandangan mata dan mengekang hawa nafsu. Bagi siapa yang belum memiliki kemampuan, maka berpuasalah. Sesungguhnya puasa adalah penawar baginya” (HR Bukhari). Memenuhi kebutuhan seksual diluar ikatan perkawinan adalah dosa.
Dalam masyarakat masa kini interaksi antara laki-laki dan wanita yang bukan muhrim sulit dihindari. Kedua jenis kelamin dalam penampilan dan tingkah lakunya dapat merangsang nafsu seksual. Hal ini dapat menggiring kepada perbuatan dosa (zina). Dalam Islam bukan hanya perzinahan yang harus dihindari, segala sesuatu yang mendekati (berpotensi) menggiring kepada perzinahan juga harus dihindari.
Untuk mengatasi pandangan yang salah dan memberi penjelasan yang benar tentang seks serta untuk mengatasi seks bebas diperlukan adanya penyuluhan tentang seks yang ilmiah, benar, tepat, bertanggung jawab dan dilandasi nilai-nilai serta aturan agama. Hal yang perlu diberikan meliputi konsep tentang seks ditinjau dari aspek Islam dan medis, pengenalan organ-organ seks, kesehatan reproduksi, proses kehamilan dan melahirkan, bahaya seks bebas dan cara penanggulangannya serta aturan-aturan Islam yang mengaturnya.
Seksualitas, reaksi dan tingkah laku seksual didasari dan dikuasai oleh nilai-nilai kehidupan manusia yang lebih tinggi tidak seperti pada hewan. Hewan bersetubuh semata-mata atas dorongan naluri birahi. Sedangkan pada manusia seks dapat dipandang sebagai pencetus dari hubungan antar individu, dimana daya tarik rohani dan badan menjadi dasar kehidupan bersama antara dua insan manusia.
Seksualitas menyangkut berbagai dimensi yang sangat luas, yaitu dimensi biologis, sosial, perilaku dan kultural. Dimensi biologis (medis) berkaitan dengan organ reproduksi dan alat kelamin dan fungsinya serta upaya menjaga kesehatan organ reproduksi.
Disamping organ reproduksi juga terdapat hormon-hormon yang berperan dalam proses reproduksi. Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin yang mempunyai efek tertentu pada aktifitas organ-organ lain dalam tubuh. Hormon seks merupakan zat yang dikeluarkan oleh kelenjar seks dan kelenjar adrenal langsung ke dalam aliran darah. Mereka secara sebagian bertanggungjawab dalam menentukan jenis kelamin janin dan bagi perkembangan organ seks yang normal. Mereka juga memulai pubertas dan kemudian memainkan peran dalam pengaturan perilaku seksual. Hormon-hormon seks utama yaitu estrogen dan progesteron pada wanita serta androgen dan testosteron pada laki-laki.
Estrogen adalah hormon seks yang umumnya diproduksi oleh rahim wanita yang merangsang pertumbuhan organ seks anak perempuan, seperti halnya payudara dan rambut kelamin, dikenal sebagai karakteristik seks sekunder. Estrogen juga mengatur siklus menstruasi. Pada kebanyakan wanita, hormon indung telur tidak memainkan peran yang penting dalam gairah seks mereka. Dalam sebuah penelitian pada wanita dibawah usia 40 tahun, 90% melaporkan tidak adanya perubahan dalam nafsu seks atau fungsi setelah hormon seks diturunkan karena pengangkatan kedua rahim. Estrogen penting dalam menjaga kondisi dinding vagina dan elastisitasnya, memproduksi cairan yang melembabkan vagina dan pertumbuhan lapisan lendir rahim. Mereka juga membantu untuk menjaga tekstur dan fungsi payudara wanita.
Testosteron adalah hormon seks yang diproduksi oleh testis, sedangkan androgen dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Testosterona dan androgen membantu memulai perkembangan testis dan penis pada janin laki-laki. Mereka memulai proses pubertas dan mempengaruhi pertumbuhan rambut pada wajah, tubuh, dan alat kelamin, mendalamkan suara, pertumbuhan otot, karakteristik seks sekunder pria. Setelah pubertas, hormon-hormon tersebut memainkan peran dalam pengaturan gairah seks. Kekurangan testosteron dalam jumlah yang besar dapat menyebabkan turunnya gairah seks, dan kelebihan testosteron dapat meningkatkan gairah seks pada pria.
Organ reproduksi yang sehat dibutuhkan untuk kesehatan reproduksi. Organ-organ reproduksi didalam tubuh bisa rusak oleh penyakit menular seksual (PMS) yang mengakibatkan kemandulan (infertilitas). Baik pria ataupun wanita bisa memiliki masalah infertilitas bila terinfeksi PMS. Wanita hamil dapat menularkan PMS kepada bayi di dalam kandungannya.
By Abied, 21/11/2010
Allah SWT menciptakan hasrat seksual (syahwat) pada manusia. Syahwat sama normalnya dengan nafsu makan dan minum. Seperti hasrat-hasrat lain yang Allah ciptakan pada manusia, hasrat seksual sangatlah kuat dan dapat menguasai manusia yang lemah. Hasrat seksual, sebagaimana nafsu makan dan minum, dapat dipenuhi dengan cara yang halal maupun yang haram. Adalah haram untuk memuaskan hasrat seksual diluar ikatan perkawinan, sesama jenis, dengan hewan ataupun dengan orang mati (mayat).
Seks bukan suatu kata yang ”kotor”, seks adalah anugrah Allah SWT kepada umat manusia. Islam mmenyediakan sarana-sarana dan aturan-aturan yang halal untuk menikmati anugrah Illahi ini. Seks bukan hanya sarana reproduksi, tetapi juga sarana dalam memperoleh kesenangan dan kenikmatan. Bahkan jika seks dipraktekkan dalam kerangka yang benar sesuai dengan syariat Islam bukan hanya kesenangan dan kepuasan yang didapat melainkan juga pahala dari Allah SWT.
Perkawinan atau pernikahan adalah satu-satunya sarana yang sah, halal, bagi pemenuhan kebutuhan seksual dan reproduksi. Rasulullah SAW bersabda ” Wahai sekalian pemuda, siapa di antara kalian yang telah mempunyai kemampuan (untuk menikah) maka menikahlah. Sesungguhnya pernikahan itu lebih dapat menjaga pandangan mata dan mengekang hawa nafsu. Bagi siapa yang belum memiliki kemampuan, maka berpuasalah. Sesungguhnya puasa adalah penawar baginya” (HR Bukhari). Memenuhi kebutuhan seksual diluar ikatan perkawinan adalah dosa.
Dalam masyarakat masa kini interaksi antara laki-laki dan wanita yang bukan muhrim sulit dihindari. Kedua jenis kelamin dalam penampilan dan tingkah lakunya dapat merangsang nafsu seksual. Hal ini dapat menggiring kepada perbuatan dosa (zina). Dalam Islam bukan hanya perzinahan yang harus dihindari, segala sesuatu yang mendekati (berpotensi) menggiring kepada perzinahan juga harus dihindari.
Untuk mengatasi pandangan yang salah dan memberi penjelasan yang benar tentang seks serta untuk mengatasi seks bebas diperlukan adanya penyuluhan tentang seks yang ilmiah, benar, tepat, bertanggung jawab dan dilandasi nilai-nilai serta aturan agama. Hal yang perlu diberikan meliputi konsep tentang seks ditinjau dari aspek Islam dan medis, pengenalan organ-organ seks, kesehatan reproduksi, proses kehamilan dan melahirkan, bahaya seks bebas dan cara penanggulangannya serta aturan-aturan Islam yang mengaturnya.
Seksualitas, reaksi dan tingkah laku seksual didasari dan dikuasai oleh nilai-nilai kehidupan manusia yang lebih tinggi tidak seperti pada hewan. Hewan bersetubuh semata-mata atas dorongan naluri birahi. Sedangkan pada manusia seks dapat dipandang sebagai pencetus dari hubungan antar individu, dimana daya tarik rohani dan badan menjadi dasar kehidupan bersama antara dua insan manusia.
Seksualitas menyangkut berbagai dimensi yang sangat luas, yaitu dimensi biologis, sosial, perilaku dan kultural. Dimensi biologis (medis) berkaitan dengan organ reproduksi dan alat kelamin dan fungsinya serta upaya menjaga kesehatan organ reproduksi.
Disamping organ reproduksi juga terdapat hormon-hormon yang berperan dalam proses reproduksi. Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin yang mempunyai efek tertentu pada aktifitas organ-organ lain dalam tubuh. Hormon seks merupakan zat yang dikeluarkan oleh kelenjar seks dan kelenjar adrenal langsung ke dalam aliran darah. Mereka secara sebagian bertanggungjawab dalam menentukan jenis kelamin janin dan bagi perkembangan organ seks yang normal. Mereka juga memulai pubertas dan kemudian memainkan peran dalam pengaturan perilaku seksual. Hormon-hormon seks utama yaitu estrogen dan progesteron pada wanita serta androgen dan testosteron pada laki-laki.
Estrogen adalah hormon seks yang umumnya diproduksi oleh rahim wanita yang merangsang pertumbuhan organ seks anak perempuan, seperti halnya payudara dan rambut kelamin, dikenal sebagai karakteristik seks sekunder. Estrogen juga mengatur siklus menstruasi. Pada kebanyakan wanita, hormon indung telur tidak memainkan peran yang penting dalam gairah seks mereka. Dalam sebuah penelitian pada wanita dibawah usia 40 tahun, 90% melaporkan tidak adanya perubahan dalam nafsu seks atau fungsi setelah hormon seks diturunkan karena pengangkatan kedua rahim. Estrogen penting dalam menjaga kondisi dinding vagina dan elastisitasnya, memproduksi cairan yang melembabkan vagina dan pertumbuhan lapisan lendir rahim. Mereka juga membantu untuk menjaga tekstur dan fungsi payudara wanita.
Testosteron adalah hormon seks yang diproduksi oleh testis, sedangkan androgen dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Testosterona dan androgen membantu memulai perkembangan testis dan penis pada janin laki-laki. Mereka memulai proses pubertas dan mempengaruhi pertumbuhan rambut pada wajah, tubuh, dan alat kelamin, mendalamkan suara, pertumbuhan otot, karakteristik seks sekunder pria. Setelah pubertas, hormon-hormon tersebut memainkan peran dalam pengaturan gairah seks. Kekurangan testosteron dalam jumlah yang besar dapat menyebabkan turunnya gairah seks, dan kelebihan testosteron dapat meningkatkan gairah seks pada pria.
Organ reproduksi yang sehat dibutuhkan untuk kesehatan reproduksi. Organ-organ reproduksi didalam tubuh bisa rusak oleh penyakit menular seksual (PMS) yang mengakibatkan kemandulan (infertilitas). Baik pria ataupun wanita bisa memiliki masalah infertilitas bila terinfeksi PMS. Wanita hamil dapat menularkan PMS kepada bayi di dalam kandungannya.
By Abied, 21/11/2010
Jumat, 11 Maret 2011
istri yang penuh pesona
Wanita yang paling utama
“Dia adalah wanita yang paling jujur ketika berbicara, jika marah ia sangat lembut, jika tertawa hanya dengan senyuman, jika membuat sesuatu sangat lihai, dia menaati suaminya, mulia di kalangan kaumnya, dan merasa hina terhadap dirinya sendiri.”
Bergembiralah, jalan surga dimudahkan untuk kalian!
Rasulullah SAW bersabda:
Wanita mana saja yang meninggal, sedangkan suaminya dalam keadaan ridha kepadanya maka dia akan masuk surge. (Hadits hasan yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi)
Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktu, puasa pada blan ramadhan, menaati suaminya, dan menjaga kehormatannya, maka dia akan masuk surga. (HR> Ibnu Hibban dalam shahihnya)
Siapakan wanita yang buruk itu?
“perkataannya berupa ancaman, suaranya keras, mengubur berbagai kebaikan, menyebarkan keburuan, tidak mempunyai sifat kasih saying dalam hatinyaterhadap suaminya, menyebarkan aiib menusia, suka berteriak-teriak, pemarah, anaknya kurus, rumahnya dijadikan tempat sampah, jika berbicara selalu menunjuk-nunjuk dengan jari-jarinya, menangis padahal zhalim, bersaksi padahal tidak menyaksikan, lisannnya telah dipenuhi dengan kepalsuan, dan air matanya telah dipenuhi dengan kemaksiatan.
Aisyah ra bertanya kepada Rasulullah SAW,
“siapakah manusia yang lebih berhak atas seorang wanita?” maka beliau menjawab ,” suaminya.” (HR. Al-Hakim dan Al-Bazzar, hadits hasan)
“Dia adalah wanita yang paling jujur ketika berbicara, jika marah ia sangat lembut, jika tertawa hanya dengan senyuman, jika membuat sesuatu sangat lihai, dia menaati suaminya, mulia di kalangan kaumnya, dan merasa hina terhadap dirinya sendiri.”
Bergembiralah, jalan surga dimudahkan untuk kalian!
Rasulullah SAW bersabda:
Wanita mana saja yang meninggal, sedangkan suaminya dalam keadaan ridha kepadanya maka dia akan masuk surge. (Hadits hasan yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi)
Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktu, puasa pada blan ramadhan, menaati suaminya, dan menjaga kehormatannya, maka dia akan masuk surga. (HR> Ibnu Hibban dalam shahihnya)
Siapakan wanita yang buruk itu?
“perkataannya berupa ancaman, suaranya keras, mengubur berbagai kebaikan, menyebarkan keburuan, tidak mempunyai sifat kasih saying dalam hatinyaterhadap suaminya, menyebarkan aiib menusia, suka berteriak-teriak, pemarah, anaknya kurus, rumahnya dijadikan tempat sampah, jika berbicara selalu menunjuk-nunjuk dengan jari-jarinya, menangis padahal zhalim, bersaksi padahal tidak menyaksikan, lisannnya telah dipenuhi dengan kepalsuan, dan air matanya telah dipenuhi dengan kemaksiatan.
Aisyah ra bertanya kepada Rasulullah SAW,
“siapakah manusia yang lebih berhak atas seorang wanita?” maka beliau menjawab ,” suaminya.” (HR. Al-Hakim dan Al-Bazzar, hadits hasan)
Sabtu, 05 Maret 2011
pendamping hidup
Menginjak usia kepala 2 topik yang tak habis-habisnya dibicarakan adalah impiannya terhadap sosok pendamping hidup yang akan menemaninya. Siapa yang menjadi dambaan hati? Siapakah yang pantas mendapatkan cinta hakiki? Siapakah yang pantas kita hujani dengan cinta kasih yang kita miliki?
Mendapatkan pasangan hidup yang shalih, baik hati, setia, mampu mencintai dan dicintai dan hmm…sedikit bonus keindahan fisik yang memanjakan mata tentu menjadi dambaan setiap orang. Namun cukupkah itu menjadi kriteria yang berhak menduduki tahta kehormatan di hati kita?
Anas meriwayatkan dari Nabi saw,
"Tiga hal yang bila siapapun berada di dalamnya, maka dia dapat menemukan manisnya rasa iman. Hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada yang lain; hendaknya ia mencintai seseorang yang ia tidak mencintainya kecuali karena Allah; dan hendaknya ia benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam api neraka." Muttafaq 'Alaih dari Anas (al-Lu'lu'wa al-Marjan, 26)
"Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga Aku lebih dicintainya daripada orangtua dan anaknya, serta manusia seluruhnya." Muttafaq 'Alaih dari Anas (al-Lu'lu' wa al-Marjan, 27)
Siapa yang tidak ingin mencicipi manisnya iman? Berimankah kita kepada Rabb semesta alam? Hadist diatas mengisyaratka bahwa orang-orang yang mulia adalah orang-orang yang selalu mengingat Allah dan lebih mencintai Allah dari pada seisi bumi dan langit ini. Merekalah orang-orang pantas kita pilih untuk menjadi pendamping hidup untuk bersama-sama berjuang untuk mencapai keridhaan-Nya.
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (QS. Fushilat : 33)
Orang yang pantas menjadi pendamping hidup adalah orang yang selalu mengutamakan kehidupan akhiratnya dan senantiasa menjauhkan diri dari kecintaannya terhadap kenikmatan duniawi. Dalam Al-Quran menyebutkan betapa kerasnya Allah terhadap orang-orang yang mencintai dunia.
“Dan bahwa orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat , Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.” (QS. Al-Isra : 10)
Wahai nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu. “ jika kamu menginginkan kehidupan di dunia dan perhiasannya, maka kemarilah agar kuberikan kepada mu mut-ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.” Dan jika kamu menginginkan Allah dan Rasul nya dan negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat baik diantara kamu.(QS. Al-Ahzab : 28,29)
“Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzab : 35)
Wallohualam.
HQQ.
05032011.20.53
Mendapatkan pasangan hidup yang shalih, baik hati, setia, mampu mencintai dan dicintai dan hmm…sedikit bonus keindahan fisik yang memanjakan mata tentu menjadi dambaan setiap orang. Namun cukupkah itu menjadi kriteria yang berhak menduduki tahta kehormatan di hati kita?
Anas meriwayatkan dari Nabi saw,
"Tiga hal yang bila siapapun berada di dalamnya, maka dia dapat menemukan manisnya rasa iman. Hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada yang lain; hendaknya ia mencintai seseorang yang ia tidak mencintainya kecuali karena Allah; dan hendaknya ia benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam api neraka." Muttafaq 'Alaih dari Anas (al-Lu'lu'wa al-Marjan, 26)
"Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga Aku lebih dicintainya daripada orangtua dan anaknya, serta manusia seluruhnya." Muttafaq 'Alaih dari Anas (al-Lu'lu' wa al-Marjan, 27)
Siapa yang tidak ingin mencicipi manisnya iman? Berimankah kita kepada Rabb semesta alam? Hadist diatas mengisyaratka bahwa orang-orang yang mulia adalah orang-orang yang selalu mengingat Allah dan lebih mencintai Allah dari pada seisi bumi dan langit ini. Merekalah orang-orang pantas kita pilih untuk menjadi pendamping hidup untuk bersama-sama berjuang untuk mencapai keridhaan-Nya.
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (QS. Fushilat : 33)
Orang yang pantas menjadi pendamping hidup adalah orang yang selalu mengutamakan kehidupan akhiratnya dan senantiasa menjauhkan diri dari kecintaannya terhadap kenikmatan duniawi. Dalam Al-Quran menyebutkan betapa kerasnya Allah terhadap orang-orang yang mencintai dunia.
“Dan bahwa orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat , Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.” (QS. Al-Isra : 10)
Wahai nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu. “ jika kamu menginginkan kehidupan di dunia dan perhiasannya, maka kemarilah agar kuberikan kepada mu mut-ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.” Dan jika kamu menginginkan Allah dan Rasul nya dan negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat baik diantara kamu.(QS. Al-Ahzab : 28,29)
“Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzab : 35)
Wallohualam.
HQQ.
05032011.20.53
antara tuntutan profesi dan kewajiban
Ya Allah…jadikanlah profesi kami adalah profesi yang semakin mendekatkan kami kepada keridhaan-Mu,
Bukan profesi yang semakin melalaikan kami untuk beribadah kepada-Mu...
Jadikanlah profesi kami sebagai jembatan kami untuk menyeberangi lautan ujian-Mu….
Duhai Pemilik hati-hati kami…
Genggamlah hati kami dalam dekapan-Mu…
Jangan Engkau lepas kami walau sekejap saja,
karena sesungguhnya kami benar-benar dalam merugi…
Jadikanlah setiap tangisan bayi yang lahir kedunia sebagai peringatan kepada kami untuk selalu dekat kepada-Mu
Jadikanlah tangis haru keluarga sebagai pengingat kami atas rahmat-Mu
Jadikanlah setiap azan yang berkumandng syahdu ditelinga bayi-bayi mungil ini sebagai penggetar jiwa
Jadikanlah profesi kami sebagai pelita kami disaat kami dalam kegelapan
Jadikanlah profesi kami sebagai penuntun kami disaat kami terseok-seok menjalankan amanah ini
Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang pandai membaca lembaran-lembaran hikmah-Mu
Ya Rabb Yang Bertahta di Arsy yang mulia,
Sungguh kami benar-benar dalam merugi…
disaat panggilan azan-Mu berkumandang kami masih berada dalam perjalanan
waktu tilawah, kami gunakan untuk memeriksa pasien yang berdatangan
diwaktu panggilan-Mu kembali berseru, kami masih belum beranjak dari tempat kami
dimalam sepertiga-Mu yang demikian baik untuk mendekat mesra kepadaMu, kami masih bermandikan darah
disaat azan subuh berkumandang kami masih tegak berdiri untuk mengobservasi….
di waktu yang baik untuk menjemput rizki, kami lunglai mencari bantal selimut untuk merebahkan tubuh payah ini
disaat kumandang zuhur berseru, kami masih asik dengan mimpi indah kami…
tak ada lagi rawatip….”tak sempat” lagi hafalan surat…
kemanakah manajemen waktu kami yang dahulu demikian cantik kami rangkai?
kemanakah lembaran mutaba’ah yang kami catat dengan seksama?
kemanakah bacaan ayat suci yang demikian tartil kami baca hingga mampu memaknainya?
kemanakah wajah-wajah yang selalu menghiasi kajian-kajian islami?
kemanakah jiwa-jiwa yang selalu bermuhasabah di pagi hari?
Jika makanan HATI adalah tadabbur dan lail
Jika makanan TELINGA adalah murottal
Jika makanan AKAL adalah hikmah
Jika makanan MEMORI adalah hafalan
Jika makanan MATA adalah Al-Quran
Tak ubahnya kami manusia-manusia yang KELAPARAN…
4 JANUARI 2011
HAKIKI ERAWATI
Bukan profesi yang semakin melalaikan kami untuk beribadah kepada-Mu...
Jadikanlah profesi kami sebagai jembatan kami untuk menyeberangi lautan ujian-Mu….
Duhai Pemilik hati-hati kami…
Genggamlah hati kami dalam dekapan-Mu…
Jangan Engkau lepas kami walau sekejap saja,
karena sesungguhnya kami benar-benar dalam merugi…
Jadikanlah setiap tangisan bayi yang lahir kedunia sebagai peringatan kepada kami untuk selalu dekat kepada-Mu
Jadikanlah tangis haru keluarga sebagai pengingat kami atas rahmat-Mu
Jadikanlah setiap azan yang berkumandng syahdu ditelinga bayi-bayi mungil ini sebagai penggetar jiwa
Jadikanlah profesi kami sebagai pelita kami disaat kami dalam kegelapan
Jadikanlah profesi kami sebagai penuntun kami disaat kami terseok-seok menjalankan amanah ini
Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang pandai membaca lembaran-lembaran hikmah-Mu
Ya Rabb Yang Bertahta di Arsy yang mulia,
Sungguh kami benar-benar dalam merugi…
disaat panggilan azan-Mu berkumandang kami masih berada dalam perjalanan
waktu tilawah, kami gunakan untuk memeriksa pasien yang berdatangan
diwaktu panggilan-Mu kembali berseru, kami masih belum beranjak dari tempat kami
dimalam sepertiga-Mu yang demikian baik untuk mendekat mesra kepadaMu, kami masih bermandikan darah
disaat azan subuh berkumandang kami masih tegak berdiri untuk mengobservasi….
di waktu yang baik untuk menjemput rizki, kami lunglai mencari bantal selimut untuk merebahkan tubuh payah ini
disaat kumandang zuhur berseru, kami masih asik dengan mimpi indah kami…
tak ada lagi rawatip….”tak sempat” lagi hafalan surat…
kemanakah manajemen waktu kami yang dahulu demikian cantik kami rangkai?
kemanakah lembaran mutaba’ah yang kami catat dengan seksama?
kemanakah bacaan ayat suci yang demikian tartil kami baca hingga mampu memaknainya?
kemanakah wajah-wajah yang selalu menghiasi kajian-kajian islami?
kemanakah jiwa-jiwa yang selalu bermuhasabah di pagi hari?
Jika makanan HATI adalah tadabbur dan lail
Jika makanan TELINGA adalah murottal
Jika makanan AKAL adalah hikmah
Jika makanan MEMORI adalah hafalan
Jika makanan MATA adalah Al-Quran
Tak ubahnya kami manusia-manusia yang KELAPARAN…
4 JANUARI 2011
HAKIKI ERAWATI
Jumat, 04 Maret 2011
antara menjadi diri sendiri dan kharisma
bicara kharisma saya orang yang paling pusing dan penasaran bagaimana membentuk kharisma dalam diri saya. mengutip dari obrolan menjelang tidur pada dini hari (karena sedang PKMD, mahasiswa bersama2 tidur diruang kelas. saat itu tepat pukul 00.00 saya, lala, dan ana yang belum tidur. semuanya sudah mimpi indah dengan khayalan mereka)
tidak tahu awalnya bagaimana tiba- tiba saya bertanya pada mereka berdua, bagaimana ya cara agar saya bisa berwibawa?
lala menjawab, wibawa itu hadir bila kita memiliki kharisma, tidak setiap orang memiliki kharisma.
hmm...saya hanya garuk-garuk kepala mendengarnya.
"naahh, itu dia la yang aku gak punya! menurut buku yang aku baca, Rasul adalah orang yang sangat berkharisma, kharisma itu bisa ada bila kita menjadi orang yang sulit ditebak. dulu orang-orang yang pertamakali bertemu dengan beliau pasti akan merasa takut dan segan, tapi saat sudah berbicara semua orang menyukainya, bahkan anak-anak kecil suka sekali bermain dengan beliau."
"biar berwibawa,jangan banyak cengengesan!" begitu celetuk Ana
"haaaa...itu yang susah na, aku gak bisa berhenti ngomong, terlalu ekspresif, gak tahan klo gak ketawa...huhh...susah kayaknya, padahal aku pengen banget bisa berwibawa gitu."
"hahh...lu jadi pelawak aja lah ki, cocokan jadi pelawak."
huuhh..anaa...bikin merengut aja nih...
"tapi lo cukup berwibawa kok ki, saat memimpin rapat tadi anak-anak pada dengerin lo dan patuh sama lo." ucap lala.
"tapi lala liat gak sih tadi, memimpin rapat udah kayak wasit boxing, ketawa-tawa semua."
"ya itu gaya lo, tapi kan hasilnya ada, rapat jadi gak setegang kemaren-kemaren. anak-anak jadi nyaman walau ketawa tapi mereka patuh sama lo. dan lo juga sangat sulit ditebak orangnya."
"sulit gimana? setiap orang baru ketemu pasti mereka tau klo aku tuh orangnya rame dan ceria terus.sampe tadi pedagang di pasar aja negur q,tadi aku beli hadiah untuk bayi pasienku dipasar. kata abangnya begini, haduhhh...jangan senyum terus dong, gak kuat saya ngeliatnya."
"hueeeekkkk.....salah banget tuh abang!!!" hahahaha....gak trima banget lala dan ana abangnya bilang begitu ke saya...hihi
"enggak ki, lo sangat sulit ditebak orangnya, nih contohnya, saat lo ketawa belum tentu lo bener-bener ketawa padahal hati lo lagi sedih dan orang lain gak ada yang tau itu."
hmm...yayaya...klo itu sih mungkin iyaa...tapi itu lain konteks,hanya tidak ingin menunjukkan apa-apa yang menjadi kelemahan saya karena dengan bercerita justru saya akan menjadi manja dan terlalu banyak air mata, sedangkan kalau hanya saya yang tahu tak akan meneteskan air mata atau bahkan saya lupa untuk memikirkannya. hehe...^_^v
yahh..back to kharisma...
ada kata-kata yang saya tangkap dari percakapan lala "itu gaya lo"
yahh...itulah yang saya lakukan selama ini, karena memang kharisma itu tidak dapat dipaksakan keberadaannya, menjadi diri sendiri itu jauh lebih membuat saya nyaman tanpa beban, menjadi lebih bahagia dan bebas lepas...apapun penilaian orang itu hanya menjadi refleksi diri karena manusia tak kan lepas dari kekurangan.
yahh..inilah diri saya dengan segudang "kelebihan" saya...:-)
tidak tahu awalnya bagaimana tiba- tiba saya bertanya pada mereka berdua, bagaimana ya cara agar saya bisa berwibawa?
lala menjawab, wibawa itu hadir bila kita memiliki kharisma, tidak setiap orang memiliki kharisma.
hmm...saya hanya garuk-garuk kepala mendengarnya.
"naahh, itu dia la yang aku gak punya! menurut buku yang aku baca, Rasul adalah orang yang sangat berkharisma, kharisma itu bisa ada bila kita menjadi orang yang sulit ditebak. dulu orang-orang yang pertamakali bertemu dengan beliau pasti akan merasa takut dan segan, tapi saat sudah berbicara semua orang menyukainya, bahkan anak-anak kecil suka sekali bermain dengan beliau."
"biar berwibawa,jangan banyak cengengesan!" begitu celetuk Ana
"haaaa...itu yang susah na, aku gak bisa berhenti ngomong, terlalu ekspresif, gak tahan klo gak ketawa...huhh...susah kayaknya, padahal aku pengen banget bisa berwibawa gitu."
"hahh...lu jadi pelawak aja lah ki, cocokan jadi pelawak."
huuhh..anaa...bikin merengut aja nih...
"tapi lo cukup berwibawa kok ki, saat memimpin rapat tadi anak-anak pada dengerin lo dan patuh sama lo." ucap lala.
"tapi lala liat gak sih tadi, memimpin rapat udah kayak wasit boxing, ketawa-tawa semua."
"ya itu gaya lo, tapi kan hasilnya ada, rapat jadi gak setegang kemaren-kemaren. anak-anak jadi nyaman walau ketawa tapi mereka patuh sama lo. dan lo juga sangat sulit ditebak orangnya."
"sulit gimana? setiap orang baru ketemu pasti mereka tau klo aku tuh orangnya rame dan ceria terus.sampe tadi pedagang di pasar aja negur q,tadi aku beli hadiah untuk bayi pasienku dipasar. kata abangnya begini, haduhhh...jangan senyum terus dong, gak kuat saya ngeliatnya."
"hueeeekkkk.....salah banget tuh abang!!!" hahahaha....gak trima banget lala dan ana abangnya bilang begitu ke saya...hihi
"enggak ki, lo sangat sulit ditebak orangnya, nih contohnya, saat lo ketawa belum tentu lo bener-bener ketawa padahal hati lo lagi sedih dan orang lain gak ada yang tau itu."
hmm...yayaya...klo itu sih mungkin iyaa...tapi itu lain konteks,hanya tidak ingin menunjukkan apa-apa yang menjadi kelemahan saya karena dengan bercerita justru saya akan menjadi manja dan terlalu banyak air mata, sedangkan kalau hanya saya yang tahu tak akan meneteskan air mata atau bahkan saya lupa untuk memikirkannya. hehe...^_^v
yahh..back to kharisma...
ada kata-kata yang saya tangkap dari percakapan lala "itu gaya lo"
yahh...itulah yang saya lakukan selama ini, karena memang kharisma itu tidak dapat dipaksakan keberadaannya, menjadi diri sendiri itu jauh lebih membuat saya nyaman tanpa beban, menjadi lebih bahagia dan bebas lepas...apapun penilaian orang itu hanya menjadi refleksi diri karena manusia tak kan lepas dari kekurangan.
yahh..inilah diri saya dengan segudang "kelebihan" saya...:-)
nikmatilah perbedaan
Ditulis oleh: Anne Ahira untuk Hakiki!
Perbedaan adalah anugrah dari
Yang Maha Kuasa!
Lihatlah sekeliling kita, indahnya
warna-warni bunga, warna-warni satwa,
dan segala keragaman lain yang
menghiasi dunia.
Bayangkan kalau kita hanya mengenal
warna hitam saja! Alangkah gelapnya
dunia ini! :-)
Tanpa adanya perbedaan dan warna-warni,
kita tidak akan merasakan hidup
semeriah dan seindah sekarang ini,
betul?! :-)
Begitu pun dengan kehidupan, setiap
insan selalu berhadapan dengan segala
macam perbedaan dan warna-warni
kehidupan.
Tapi sayang, tidak semua orang mampu
melihat perbedaan sebagai kekayaan.
Banyak orang merasa tersiksa karena
perbedaan alias mereka tidak mampu
menikmatinya.
Berbagai bentuk kejahatan dimulai hanya
karena perbedaan. Entah itu perbedaan
warna kulit, agama, suku bangsa,
prinsip, atau sekadar pendapat.
Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu
yang bisa dihindari. Setiap orang lahir
dengan perbedaan dan keunikannya
masing-masing. Mulai dari perbedaan
fisik, pola pikir, kesenangan, dan
lain-lain.
Tidaklah mungkin segala sesuatu hal sama.
Bahkan kesamaan pun sebenarnya tidak
selalu menguntungkan.
Coba bayangkan, seandainya semua orang
memiliki kemampuan memimpin, lantas
siapa yang mau dipimpin? Kalau semua
orang menjadi orang tua, siapa yang mau
jadi anak? Siapa juga yang akan
menerima sedekah, jika semua orang
ditakdirkan kaya?
Perbedaan ada bukan untuk dijadikan
alat perpecahan. Banyak hal positif
yang bisa kita peroleh dengan perbedaan.
Namun, tentu saja semua itu harus
bersyarat. Nah, syarat apa saja yang
harus dipenuhi?
Berikut di antaranya...
1. Cara pandang kita terhadap perbedaan.
Berpikirlah positif dengan mensyukuri
adanya perbedaan. Anggaplah perbedaan
sebagai kekayaan. Cara pandang yang
benar akan melahirkan sikap yang tepat.
Ada baiknya kita mencari persamaan
terlebih dahulu, sebelum mencari
perbedaan.
2. Kelola perbedaan sebaik mungkin.
Musyawarah untuk mencapai kesepakatan
adalah jalan yang tepat untuk mengelola
perbedaan.
Berlatihlah utk menghargai, menerima,
menjalankan dan bertanggungjawab
terhadap keputusan bersama, meski
berlawanan dengan ide awal kita.
3. Selalu posisikan segala sesuatu
pada tempatnya.
Saat bekerja sama dengan orang lain,
salurkan potensi, karakter, minat yang
berbeda-beda pada posisi 'yang tepat'.
Cara ini akan mendorong tercapainya
tujuan bersama dan mendukung
pengembangan potensi masing-masing
individu.
4. Jangan pernah meremehkan orang lain.
Apapun dan bagaimana pun kondisi atau
pendapat orang lain, perlakukan mereka
selayaknya diri kita ingin diperlakukan.
Anggaplah semua orang penting. Mereka
memiliki peran tersendiri, yg bisa jadi
tdk bisa digantikan oleh orang lain.
5. Jangan menonjolkan diri atau sombong.
Merasa diri paling penting dan lebih
baik daripada orang lain *tidak akan*
menambah nilai lebih bagi kita. Toh
kita tidak bisa hidup tanpa orang lain.
Jadilah beton dalam bangunan. Meski
tidak nampak, namun sesungguhnya ialah
yang menjadi penyangga kokohnya sebuah
bangunan. :-)
6. Cari sumber informasi yang terjamin
kebenarannya.
Perbedaan bisa muncul karena informasi
yang salah. Oleh sebab itu, pastikan
sumber informasi kita bisa terjamin dan
dapat dipercaya kebenarannya. Lebih
bagus lagi jika disertai bukti yang
mendukung.
7. Koreksi diri sendiri sebelum
menyalahkan orang lain.
Menyalahkan orang lain terus menerus
tidak akan banyak membantu kita. Bisa
jadi kesalahan sebenarnya terletak pada
diri kita. Karenanya, koreksi diri
sendiri terlebih dahulu merupakan
langkah yang paling bijaksana.
So, berhentilah menyesalkan perbedaan.
Karena jika tidak, Hakiki akan
kehilangan sumber kebahagiaan! :-)
Sukses selalu untuk Hakiki!
Perbedaan adalah anugrah dari
Yang Maha Kuasa!
Lihatlah sekeliling kita, indahnya
warna-warni bunga, warna-warni satwa,
dan segala keragaman lain yang
menghiasi dunia.
Bayangkan kalau kita hanya mengenal
warna hitam saja! Alangkah gelapnya
dunia ini! :-)
Tanpa adanya perbedaan dan warna-warni,
kita tidak akan merasakan hidup
semeriah dan seindah sekarang ini,
betul?! :-)
Begitu pun dengan kehidupan, setiap
insan selalu berhadapan dengan segala
macam perbedaan dan warna-warni
kehidupan.
Tapi sayang, tidak semua orang mampu
melihat perbedaan sebagai kekayaan.
Banyak orang merasa tersiksa karena
perbedaan alias mereka tidak mampu
menikmatinya.
Berbagai bentuk kejahatan dimulai hanya
karena perbedaan. Entah itu perbedaan
warna kulit, agama, suku bangsa,
prinsip, atau sekadar pendapat.
Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu
yang bisa dihindari. Setiap orang lahir
dengan perbedaan dan keunikannya
masing-masing. Mulai dari perbedaan
fisik, pola pikir, kesenangan, dan
lain-lain.
Tidaklah mungkin segala sesuatu hal sama.
Bahkan kesamaan pun sebenarnya tidak
selalu menguntungkan.
Coba bayangkan, seandainya semua orang
memiliki kemampuan memimpin, lantas
siapa yang mau dipimpin? Kalau semua
orang menjadi orang tua, siapa yang mau
jadi anak? Siapa juga yang akan
menerima sedekah, jika semua orang
ditakdirkan kaya?
Perbedaan ada bukan untuk dijadikan
alat perpecahan. Banyak hal positif
yang bisa kita peroleh dengan perbedaan.
Namun, tentu saja semua itu harus
bersyarat. Nah, syarat apa saja yang
harus dipenuhi?
Berikut di antaranya...
1. Cara pandang kita terhadap perbedaan.
Berpikirlah positif dengan mensyukuri
adanya perbedaan. Anggaplah perbedaan
sebagai kekayaan. Cara pandang yang
benar akan melahirkan sikap yang tepat.
Ada baiknya kita mencari persamaan
terlebih dahulu, sebelum mencari
perbedaan.
2. Kelola perbedaan sebaik mungkin.
Musyawarah untuk mencapai kesepakatan
adalah jalan yang tepat untuk mengelola
perbedaan.
Berlatihlah utk menghargai, menerima,
menjalankan dan bertanggungjawab
terhadap keputusan bersama, meski
berlawanan dengan ide awal kita.
3. Selalu posisikan segala sesuatu
pada tempatnya.
Saat bekerja sama dengan orang lain,
salurkan potensi, karakter, minat yang
berbeda-beda pada posisi 'yang tepat'.
Cara ini akan mendorong tercapainya
tujuan bersama dan mendukung
pengembangan potensi masing-masing
individu.
4. Jangan pernah meremehkan orang lain.
Apapun dan bagaimana pun kondisi atau
pendapat orang lain, perlakukan mereka
selayaknya diri kita ingin diperlakukan.
Anggaplah semua orang penting. Mereka
memiliki peran tersendiri, yg bisa jadi
tdk bisa digantikan oleh orang lain.
5. Jangan menonjolkan diri atau sombong.
Merasa diri paling penting dan lebih
baik daripada orang lain *tidak akan*
menambah nilai lebih bagi kita. Toh
kita tidak bisa hidup tanpa orang lain.
Jadilah beton dalam bangunan. Meski
tidak nampak, namun sesungguhnya ialah
yang menjadi penyangga kokohnya sebuah
bangunan. :-)
6. Cari sumber informasi yang terjamin
kebenarannya.
Perbedaan bisa muncul karena informasi
yang salah. Oleh sebab itu, pastikan
sumber informasi kita bisa terjamin dan
dapat dipercaya kebenarannya. Lebih
bagus lagi jika disertai bukti yang
mendukung.
7. Koreksi diri sendiri sebelum
menyalahkan orang lain.
Menyalahkan orang lain terus menerus
tidak akan banyak membantu kita. Bisa
jadi kesalahan sebenarnya terletak pada
diri kita. Karenanya, koreksi diri
sendiri terlebih dahulu merupakan
langkah yang paling bijaksana.
So, berhentilah menyesalkan perbedaan.
Karena jika tidak, Hakiki akan
kehilangan sumber kebahagiaan! :-)
Sukses selalu untuk Hakiki!
pasien kompreku...
sebagai tugas akhir kami diwajibkan memberikan pemeriksaan secara komprehensif terhadap ibu hamil dari usia Tri Mester 3 hingga 40 hari nifas...
awal inform consent dengan ibu hamil pertamaku...dengan sopan ku haturkan niatku untuk menjadi pendamping ibu dari kehamilannya sekarang hingga nifas nanti...
hmm...namanya juga masih mahasiswa,masih diragukan kemampuannya...salah-salah kata bisa ditolak oleh ibunya. alhamdulillah, pasienku ini bersedia dan bahkan dengan senang hati..:-)
tapi usut punya usut, deadline pasien kompre dimajukan, maka harus cari lagi pasien yang bisa lahir bulan februari-maret...hmm...mikir lagi deh...-_-""""
yupZ!dengan tetap menjaga semangat saya datangi pasien saya yang kedua.
respon awal masih malu-malu dan canggung tapi beliau bersedia saya dampingi...alhamdulillah.
seiring waktu berjalan dengan saya sering berkunjung dan memberikan perhatian tulus SELURUH keluarganya menjadi dekat dengan saya, bahkan tetangga-tetangganya seluruhnya menyalami saya saat saya berkunjung kerumah pasien saya...senang, terharu, karena keberadaan saya diterima dengan tangan terbuka dan penuh kehangatan di keluarga ini...
bila dulu masih malu-malu dan meragukan saat saya periksa,kali ini beliau sendiri yang menarik tangan saya ke kamarnya untuk diperiksa.:-) yeeee...suksess!!hihi..
tibalah saat persalinan, denga sangat manja belaiau mengaduh, menangis, dan merengek layaknya anak kecil kepada saya...hmm...hanya bisa mencoba menenangkan, memberikan dorongan semangat dan meyakinkan kalau ibu bisa melewati persalinan ini...
melalui proses yang cukup panjang, lahirlah bayi ini ke dunia, dengan penuh rasa syukur kami panjatkan bersama-sama atas seluruh berkah yag Allah berikan. ku kecup kening ibu saat memberikan selamat atas kehebatannya...hingga saat ini masih harus saya pantau kondisi ibu dan bayinya. alangkah indahnya cinta bila Allah telah menumbuhkan dihati kita, saat tiba waktu periksa dibawakannya makanan yang banyak untuk kami bidan-bidan yang menolongnya..:-) bukan karena makanannya yang membuat saya bahagia, tapi penghargaannya terhadap saya sebagai mahasiswa yang telah dapat dipercaya untuk menolongnya...
terimakasih ya Rabb...sungguh besar karunia-Mu, memudahkan jalanku hingga aku selesai terlebih dahulu tugas kompre ini di saat teman-temanku masih sulit mencari pasien...
terimakasih ibu, bapak dan seluruh keluarga dan warga Lebak Bulus yang telah menyambut dengan hangat kehadiranku...
salam sukses untuk seluruh temanku!!!
awal inform consent dengan ibu hamil pertamaku...dengan sopan ku haturkan niatku untuk menjadi pendamping ibu dari kehamilannya sekarang hingga nifas nanti...
hmm...namanya juga masih mahasiswa,masih diragukan kemampuannya...salah-salah kata bisa ditolak oleh ibunya. alhamdulillah, pasienku ini bersedia dan bahkan dengan senang hati..:-)
tapi usut punya usut, deadline pasien kompre dimajukan, maka harus cari lagi pasien yang bisa lahir bulan februari-maret...hmm...mikir lagi deh...-_-""""
yupZ!dengan tetap menjaga semangat saya datangi pasien saya yang kedua.
respon awal masih malu-malu dan canggung tapi beliau bersedia saya dampingi...alhamdulillah.
seiring waktu berjalan dengan saya sering berkunjung dan memberikan perhatian tulus SELURUH keluarganya menjadi dekat dengan saya, bahkan tetangga-tetangganya seluruhnya menyalami saya saat saya berkunjung kerumah pasien saya...senang, terharu, karena keberadaan saya diterima dengan tangan terbuka dan penuh kehangatan di keluarga ini...
bila dulu masih malu-malu dan meragukan saat saya periksa,kali ini beliau sendiri yang menarik tangan saya ke kamarnya untuk diperiksa.:-) yeeee...suksess!!hihi..
tibalah saat persalinan, denga sangat manja belaiau mengaduh, menangis, dan merengek layaknya anak kecil kepada saya...hmm...hanya bisa mencoba menenangkan, memberikan dorongan semangat dan meyakinkan kalau ibu bisa melewati persalinan ini...
melalui proses yang cukup panjang, lahirlah bayi ini ke dunia, dengan penuh rasa syukur kami panjatkan bersama-sama atas seluruh berkah yag Allah berikan. ku kecup kening ibu saat memberikan selamat atas kehebatannya...hingga saat ini masih harus saya pantau kondisi ibu dan bayinya. alangkah indahnya cinta bila Allah telah menumbuhkan dihati kita, saat tiba waktu periksa dibawakannya makanan yang banyak untuk kami bidan-bidan yang menolongnya..:-) bukan karena makanannya yang membuat saya bahagia, tapi penghargaannya terhadap saya sebagai mahasiswa yang telah dapat dipercaya untuk menolongnya...
terimakasih ya Rabb...sungguh besar karunia-Mu, memudahkan jalanku hingga aku selesai terlebih dahulu tugas kompre ini di saat teman-temanku masih sulit mencari pasien...
terimakasih ibu, bapak dan seluruh keluarga dan warga Lebak Bulus yang telah menyambut dengan hangat kehadiranku...
salam sukses untuk seluruh temanku!!!
Kamis, 03 Maret 2011
semangat PKMD!!!
ada tawa, canda, sedih, susah dan yang pasti ngantukk jadinya...
hingga pukul 1 dini hari, masih terdengar pekikan tawa dari ruang Aula kebidanan...
mungkin penunggu2 malampun merasa terganggu dengan aktivitas kita yang menyita waktu peredaran mereka...
yahh!!!itulah semangat juang kita!walau lelah tetap mampu menebarkan cada tawa...
sukses teman-teman!!!
insyaallah perjuangan kita tak akan sia-sia!!!
hingga pukul 1 dini hari, masih terdengar pekikan tawa dari ruang Aula kebidanan...
mungkin penunggu2 malampun merasa terganggu dengan aktivitas kita yang menyita waktu peredaran mereka...
yahh!!!itulah semangat juang kita!walau lelah tetap mampu menebarkan cada tawa...
sukses teman-teman!!!
insyaallah perjuangan kita tak akan sia-sia!!!
perdarahan kala IV
2.1 Definisi
Haemoragic post partum atau perdarahan kala IV adalah hilangnya darah lebih dari 500 ml dalam 24 jam pertama setelah lahirnya bayi (Marylin E Dongoes, 2001).
Pada pelepasan plasenta selalu terjadi perdarahan karena sinus – sinus maternalis di tempat insersinya pada dinding uterus terbuka. Biasanya perdarahan itu tidak banyak, sebab kontraksi dan retraksi otot – otot uterus menekan pembuluh – pembuluh darah yang terbuka, sehingga lumennya tertutup, kemudian pembuluh darah tersumbat oleh bekuan darah. ( Sarwono, 2007 ).
Perdarahan postpartum didefinisikan sebagai hilangnya darah lebih dari 500 ml dari organ – organ reproduksi setelah selesainya kala tiga persalinan ( ekspulsi atau ekstraksi plasenta dan ketuban. Normalnya, perdarahan dari tempat plasenta terutama dikontrol oleh kontraksi dan retraksi anyaman serat – serat otot serta agregasi trombosit dan thrombus fibrin di dalam pembuluh darah desidua. Perdarahan postpartum dini adalah perdarahan yang berlebihan selama 24 jam pertama setelah kala tiga persalinan. Perdarahan postpartum lanjut adalah perdarahan yang berlebihan selama masa nifas, termasuk periode 24 jam pertama setelah kala tiga persalinan selesai ( Asuhan Kebidanan IV Patologi Kebidanan, 2010 ).
2.2 Etiologi
Penyebab utama perdarahan post partum primer :
1. Atonia Uteri ( 50-60 % )
2. Sisa Plasenta ( 23-24 % )
3. Retensio Plasenta ( 16-17 % )
4. Laserasi Jalan Lahir ( 4-5 % ) ( Ai Yeyeh, 2010 ).
Kadang – kadang perdarahan disebabkan kelainan proses pembekuan darah akibat dari hipofibrinogenemia( solusio plasenta, retensi janin mati dalam uterus, emboli air ketuban). Apabila sebagian plasenta lepas sebagian lagi belum, terjadi perdarahan karena uterus tidak dapat berkontraksi dan beretraksi dengan baik pada batas antara dua bagian tersebut.selanjutnya jika sebagian besar plasenta telah lahir, tetapi sebagian lain masih melekat dalam dinding uterus, akan terjadi perdarahan pada masa nifas. ( Sarwono, 2007 ).
Tabel Penilaian Klinik untuk Menentukan Penyebab Perdarahan Post Partum
Gejala dan Tanda Penyulit Diagnosis Kerja
Uterus tidak berkontraksi dan lembek.
Perdarahan segera setelah anak lahir Syok
Bekuan darah pada serviks atau posisi telentang akan menghambat aliran darah keluar Atonia uteri
Darah segar mengalir segera setelah bayi lahir
Uterus berkontraksi dan keras
Plasenta lengkap
Pucat
Lemah
Menggigil
Robekan jalan lahir
Plasenta belum lahir setelah 30 menit
Perdarahan segera
Uterus berkontraksi dan keras Tali pusat putus akibat traksi berlebihan
Inversio uteri akibat tarikan
Perdarahan lanjutan Retensio plasenta
Plasenta atau sebagian selaput tidak lengkap
Perdarahan segera Uterus berkontraksi tetapi tinggi fundus tidak berkurang Retensi sisa plasenta
Uterus tidak teraba
Lumen vagina terisi massa
Tampak tali pusat (bila plasenta belum lahir) Neurogenik syok
Pucat dan limbung Inversio uteri
Sub-involusi uterus
Nyeri tekan perut bawah dan pada uterus
Perdarahan sekunder Anemia
Demam Endometritis atau sisa fragmen plasenta (terinfeksi atau tidak)
( Sumber : Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2006 )
2.3 Faktor-Faktor Predisposisi
Beberapa faktor predisposisi perdarahan kala IV antara lain :
1. Anastesi umum
2. Persalinan Lama
3. Persalinan cepat
4. Kelainan uterus –leiomiomata, kelainan kogenital
5. Uterus yang terlalu teregang karena kehamilan ganda, hidramnion,atau bayi yang sangat besar
6. Plasenta previa
7. Solusio plasenta
8. Multi paritas
9. Pre-eklampsia atau eklampsia
2.4 Prognosis
Prognosis dari perdarahan kala 4 tergantung dari penyebab dan kesigapan dari tenaga kesehatan dalam menangani kasus perdarahan tersebut. semakin banyak darah yang keluar prognosisnya akan semakin buruk. Komplikasi kehilangan darah yang banyak adalah syok hipovolemik disertai dengan perfusi jaringan yang tidak adekuat. Namun apabila tenaga kesehatan cepat, terampil dan cerdas dalam mengambil keputusan esiko yang tidak diharapkan akan terminimalisir.
Penilaian Klinik
Tabel Penilaian Klinik untuk Menentukan Derajat Syok
Volume Kehilangan Darah Tekanan Darah (sistolik) Gejala dan Tanda Derajat Syok
500-1.000 mL
(10-15%) Normal Palpitasi, takikardia, pusing Terkompensasi
1000-1500 mL (15-25%) Penurunan ringan (80-100 mm Hg) Lemah, takikardia, berkeringat Ringan
1500-2000 mL (25-35%) Penurunan sedang (70-80 mm Hg) Gelisah, pucat, oliguria Sedang
2000-3000 mL (35-50%) Penurunan tajam (50-70 mm Hg) Pingsan, hipoksia, anuria Berat
2.5 Penatalaksanaan
Prinsip – prinsip umum : segera diberikan cairan intravena ( biasanya 20-40 unit oksitosin dalam 1000ml larutan garam fisiologi atau ringer laktat). Dua unit darah dicocok silang pada kasus dimana transfusi diperlukan . keluaran urine tiap jam membantu pemantauan fungsi ginjal.
Atonia uteri : infuse oksitosin intravena dapat ditambahkan dengan ergonovin maleat atau metilergonovin maleat ( 0.2 mg ) yang diberikan secara intravena atau intramuskuler.fundus uteri di masase melalui dinding abdomen. Eksploraasi uterus secara manual dianjurkan untuk memastikan bahwa uterus utuh dan untuk mengangkat setiap fragmen plasenta .
Bila atonia persisten dianjurkan kompresi uterus secara bimanual. Uterus diangkat ke atas ke luar dari pelvis dan dikompresi diantara satu tangan pada abdomen dan tangan lain mengepal seperti sebuah tinju dalam vagina. Elevasi dan kompresi bimanual dipertahankan selama 2- 5 menit.
Prostaglandin intramuskuler mungkin menguntungkan bagi pasien yang tidak responsive terhadap terapi konvensional.
Laparotomi harus dipertimbangkan bila atonia uteri persisten dan pedarahan tak dapat dihentikan. Rupture uteri yang tidak terdiagnosa dapat merupakan suatu kemungkinan, karean dinding lateral segmen uterus bagian bawah mungkin sukar dipalpasi pada pemeriksaan vagina.
Perbaikan uterus, histerektomi, atau ligasi arteri hipogastrika atau uterine dapat dipilih, tergantung pada umur pasien, paritas, dan keadaan umum, maupun luasnya trauma.
Tampon uterus dapat dicoba sebagai ukuran temporer sementara persiapan untuk laparotomi dilakukan. Bila perdarahan berasal dari tempat plasenta di dalam segmen bawah uterus dimana kontraksi otot tidak adekuat untuk mencapai hemostasis normal, tampon mungkin mempunyai nilai khusus. Tampon uterus di tempatkan di dalam segmen bawah uterus, dengan tampon vagina mengkompresi segmen bawah antara uterus dan tampon vagina ( bahan yang disukai untuk tampon adalah kasa polos dengan lebar 4 inci dan tebal 6 lapis ) .
Bila perdarahan dapat dikontrol dengan tampon, intervensi bedah dapat ditunda. Namun, pasien harus diawasi secara hati – hati dan fasilitas untuk laparatomi darurat harus segera tersedia, karena tampon tidak dapat berbuat banyak selain menutupi perdarahan aktif yang terus menerus terkumpul di belakang tampon.( bila tampon berhasil, tampon dibiarkan di tempat selama 12-24 jam )
Laserasi traktus genitalia : laserasi yang berdarah diperbaiki dengan benang kromik 00 atau 000. Visualisasi yang adekuat penting, dan seorang asisten sering diperlukan untuk meretraksi dinding vagina dengan retractor sudut kanan.
Laserasi serviks : diperbaiki dengan merenggut mulut serviks yang berdekatan dengan laserasi dengan menggunakan forsep cincin. Jahitan berurutan dengan kromik 00 atau 000 dilakukan melalui bagian yang paling mudah dari robekan serviks. Traksi pada jahitan tersebut dapat membantu dalam menarik apeks laserasi ke bawah. Pembuluh – pembuluh yang mengeluarkan darah harus diligasi untuk mencegah hematoma retroperitroneum. Jahitan yang paling penting adalah pada apeks laserasi, dimana diperlukan perhatian yang cermat untuk memastikan bahwa pembuluh- pembuluh yang mengalami retraksi tidak terus berdarah. Jahitan terputus atau kontinu dapat dipakai, tergantung pada waktu perdarahan, tempat perdarahan yang terlihat dan keinginan operator.
Hemostasis sementara dapat dicapai dengan memasang forsep cincin di tepi laserasi. Apabila robekan meluas kedalam segmen bawah uterus atau ligamentum latum, tampon atau forsep cincin untuk sementara dapat bermanfaat sementara dilakukan persiapan untuk pembedahan abdomen.
Laserasi vagina jahitan pertama harus ditempatkan diatas apeks laserasi jahitan yang paling hemostatik adalah yang berjalan searah jarum jam.
Varicose vagina atau vulva dapat menyebabkan perdarahan hebat yang sering sukar dikontrol dengan penjahitan. Pada keadaan ini, tampon vagina yang ketat memberikan hemostasis yang penting.
Plasenta atau selaput yang tertahan di dalam uterus : pengangkatan manual yang diikuti dengan oksitosin dan ergonovin intravena biasanya sudah cukup untuk terapi.
Haemoragic post partum atau perdarahan kala IV adalah hilangnya darah lebih dari 500 ml dalam 24 jam pertama setelah lahirnya bayi (Marylin E Dongoes, 2001).
Pada pelepasan plasenta selalu terjadi perdarahan karena sinus – sinus maternalis di tempat insersinya pada dinding uterus terbuka. Biasanya perdarahan itu tidak banyak, sebab kontraksi dan retraksi otot – otot uterus menekan pembuluh – pembuluh darah yang terbuka, sehingga lumennya tertutup, kemudian pembuluh darah tersumbat oleh bekuan darah. ( Sarwono, 2007 ).
Perdarahan postpartum didefinisikan sebagai hilangnya darah lebih dari 500 ml dari organ – organ reproduksi setelah selesainya kala tiga persalinan ( ekspulsi atau ekstraksi plasenta dan ketuban. Normalnya, perdarahan dari tempat plasenta terutama dikontrol oleh kontraksi dan retraksi anyaman serat – serat otot serta agregasi trombosit dan thrombus fibrin di dalam pembuluh darah desidua. Perdarahan postpartum dini adalah perdarahan yang berlebihan selama 24 jam pertama setelah kala tiga persalinan. Perdarahan postpartum lanjut adalah perdarahan yang berlebihan selama masa nifas, termasuk periode 24 jam pertama setelah kala tiga persalinan selesai ( Asuhan Kebidanan IV Patologi Kebidanan, 2010 ).
2.2 Etiologi
Penyebab utama perdarahan post partum primer :
1. Atonia Uteri ( 50-60 % )
2. Sisa Plasenta ( 23-24 % )
3. Retensio Plasenta ( 16-17 % )
4. Laserasi Jalan Lahir ( 4-5 % ) ( Ai Yeyeh, 2010 ).
Kadang – kadang perdarahan disebabkan kelainan proses pembekuan darah akibat dari hipofibrinogenemia( solusio plasenta, retensi janin mati dalam uterus, emboli air ketuban). Apabila sebagian plasenta lepas sebagian lagi belum, terjadi perdarahan karena uterus tidak dapat berkontraksi dan beretraksi dengan baik pada batas antara dua bagian tersebut.selanjutnya jika sebagian besar plasenta telah lahir, tetapi sebagian lain masih melekat dalam dinding uterus, akan terjadi perdarahan pada masa nifas. ( Sarwono, 2007 ).
Tabel Penilaian Klinik untuk Menentukan Penyebab Perdarahan Post Partum
Gejala dan Tanda Penyulit Diagnosis Kerja
Uterus tidak berkontraksi dan lembek.
Perdarahan segera setelah anak lahir Syok
Bekuan darah pada serviks atau posisi telentang akan menghambat aliran darah keluar Atonia uteri
Darah segar mengalir segera setelah bayi lahir
Uterus berkontraksi dan keras
Plasenta lengkap
Pucat
Lemah
Menggigil
Robekan jalan lahir
Plasenta belum lahir setelah 30 menit
Perdarahan segera
Uterus berkontraksi dan keras Tali pusat putus akibat traksi berlebihan
Inversio uteri akibat tarikan
Perdarahan lanjutan Retensio plasenta
Plasenta atau sebagian selaput tidak lengkap
Perdarahan segera Uterus berkontraksi tetapi tinggi fundus tidak berkurang Retensi sisa plasenta
Uterus tidak teraba
Lumen vagina terisi massa
Tampak tali pusat (bila plasenta belum lahir) Neurogenik syok
Pucat dan limbung Inversio uteri
Sub-involusi uterus
Nyeri tekan perut bawah dan pada uterus
Perdarahan sekunder Anemia
Demam Endometritis atau sisa fragmen plasenta (terinfeksi atau tidak)
( Sumber : Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2006 )
2.3 Faktor-Faktor Predisposisi
Beberapa faktor predisposisi perdarahan kala IV antara lain :
1. Anastesi umum
2. Persalinan Lama
3. Persalinan cepat
4. Kelainan uterus –leiomiomata, kelainan kogenital
5. Uterus yang terlalu teregang karena kehamilan ganda, hidramnion,atau bayi yang sangat besar
6. Plasenta previa
7. Solusio plasenta
8. Multi paritas
9. Pre-eklampsia atau eklampsia
2.4 Prognosis
Prognosis dari perdarahan kala 4 tergantung dari penyebab dan kesigapan dari tenaga kesehatan dalam menangani kasus perdarahan tersebut. semakin banyak darah yang keluar prognosisnya akan semakin buruk. Komplikasi kehilangan darah yang banyak adalah syok hipovolemik disertai dengan perfusi jaringan yang tidak adekuat. Namun apabila tenaga kesehatan cepat, terampil dan cerdas dalam mengambil keputusan esiko yang tidak diharapkan akan terminimalisir.
Penilaian Klinik
Tabel Penilaian Klinik untuk Menentukan Derajat Syok
Volume Kehilangan Darah Tekanan Darah (sistolik) Gejala dan Tanda Derajat Syok
500-1.000 mL
(10-15%) Normal Palpitasi, takikardia, pusing Terkompensasi
1000-1500 mL (15-25%) Penurunan ringan (80-100 mm Hg) Lemah, takikardia, berkeringat Ringan
1500-2000 mL (25-35%) Penurunan sedang (70-80 mm Hg) Gelisah, pucat, oliguria Sedang
2000-3000 mL (35-50%) Penurunan tajam (50-70 mm Hg) Pingsan, hipoksia, anuria Berat
2.5 Penatalaksanaan
Prinsip – prinsip umum : segera diberikan cairan intravena ( biasanya 20-40 unit oksitosin dalam 1000ml larutan garam fisiologi atau ringer laktat). Dua unit darah dicocok silang pada kasus dimana transfusi diperlukan . keluaran urine tiap jam membantu pemantauan fungsi ginjal.
Atonia uteri : infuse oksitosin intravena dapat ditambahkan dengan ergonovin maleat atau metilergonovin maleat ( 0.2 mg ) yang diberikan secara intravena atau intramuskuler.fundus uteri di masase melalui dinding abdomen. Eksploraasi uterus secara manual dianjurkan untuk memastikan bahwa uterus utuh dan untuk mengangkat setiap fragmen plasenta .
Bila atonia persisten dianjurkan kompresi uterus secara bimanual. Uterus diangkat ke atas ke luar dari pelvis dan dikompresi diantara satu tangan pada abdomen dan tangan lain mengepal seperti sebuah tinju dalam vagina. Elevasi dan kompresi bimanual dipertahankan selama 2- 5 menit.
Prostaglandin intramuskuler mungkin menguntungkan bagi pasien yang tidak responsive terhadap terapi konvensional.
Laparotomi harus dipertimbangkan bila atonia uteri persisten dan pedarahan tak dapat dihentikan. Rupture uteri yang tidak terdiagnosa dapat merupakan suatu kemungkinan, karean dinding lateral segmen uterus bagian bawah mungkin sukar dipalpasi pada pemeriksaan vagina.
Perbaikan uterus, histerektomi, atau ligasi arteri hipogastrika atau uterine dapat dipilih, tergantung pada umur pasien, paritas, dan keadaan umum, maupun luasnya trauma.
Tampon uterus dapat dicoba sebagai ukuran temporer sementara persiapan untuk laparotomi dilakukan. Bila perdarahan berasal dari tempat plasenta di dalam segmen bawah uterus dimana kontraksi otot tidak adekuat untuk mencapai hemostasis normal, tampon mungkin mempunyai nilai khusus. Tampon uterus di tempatkan di dalam segmen bawah uterus, dengan tampon vagina mengkompresi segmen bawah antara uterus dan tampon vagina ( bahan yang disukai untuk tampon adalah kasa polos dengan lebar 4 inci dan tebal 6 lapis ) .
Bila perdarahan dapat dikontrol dengan tampon, intervensi bedah dapat ditunda. Namun, pasien harus diawasi secara hati – hati dan fasilitas untuk laparatomi darurat harus segera tersedia, karena tampon tidak dapat berbuat banyak selain menutupi perdarahan aktif yang terus menerus terkumpul di belakang tampon.( bila tampon berhasil, tampon dibiarkan di tempat selama 12-24 jam )
Laserasi traktus genitalia : laserasi yang berdarah diperbaiki dengan benang kromik 00 atau 000. Visualisasi yang adekuat penting, dan seorang asisten sering diperlukan untuk meretraksi dinding vagina dengan retractor sudut kanan.
Laserasi serviks : diperbaiki dengan merenggut mulut serviks yang berdekatan dengan laserasi dengan menggunakan forsep cincin. Jahitan berurutan dengan kromik 00 atau 000 dilakukan melalui bagian yang paling mudah dari robekan serviks. Traksi pada jahitan tersebut dapat membantu dalam menarik apeks laserasi ke bawah. Pembuluh – pembuluh yang mengeluarkan darah harus diligasi untuk mencegah hematoma retroperitroneum. Jahitan yang paling penting adalah pada apeks laserasi, dimana diperlukan perhatian yang cermat untuk memastikan bahwa pembuluh- pembuluh yang mengalami retraksi tidak terus berdarah. Jahitan terputus atau kontinu dapat dipakai, tergantung pada waktu perdarahan, tempat perdarahan yang terlihat dan keinginan operator.
Hemostasis sementara dapat dicapai dengan memasang forsep cincin di tepi laserasi. Apabila robekan meluas kedalam segmen bawah uterus atau ligamentum latum, tampon atau forsep cincin untuk sementara dapat bermanfaat sementara dilakukan persiapan untuk pembedahan abdomen.
Laserasi vagina jahitan pertama harus ditempatkan diatas apeks laserasi jahitan yang paling hemostatik adalah yang berjalan searah jarum jam.
Varicose vagina atau vulva dapat menyebabkan perdarahan hebat yang sering sukar dikontrol dengan penjahitan. Pada keadaan ini, tampon vagina yang ketat memberikan hemostasis yang penting.
Plasenta atau selaput yang tertahan di dalam uterus : pengangkatan manual yang diikuti dengan oksitosin dan ergonovin intravena biasanya sudah cukup untuk terapi.
menjaga semangat
Menjaga Semangat Dakwah
Posted on 19 Februari 2010 by andhief| Tinggalkan komentar
bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz
Da’wah atau menyeru kepada Allah swt merupakan sebuah kewajiban berdasarkan firman Allah swt :
ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
Artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An Nahl : 125)
قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ
Artinya : “Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata,” (QS. Yusuf : 108)
Artinya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al Imran : 104)
Seorang da’i didalam melaksanakan kewajiban ini dituntut memiliki pengetahuan tentang keagamaan yang baik agar da’wahnya tidak jatuh kedalam kesalahan. Sebagaimana diketahui bahwa amal mengikuti ilmu dan ketika suatu amal tidak dibangun diatas landasan ilmu maka kerusakan yang ditimbulkannya akan lebih besar dari manfaat yang dihasilkannya.
Untuk itu seorang da’i diharuskan memahami pokok-pokok aqidah dan keislamannya lalu tsaqofah fikriyah sebagai bekal didalam da’wahnya.
Syeikh Mustafa Masyhur menyebutkan bahwa ada tiga tsaqofah fikriyah yang harus dimiliki seorang da’i :
1. Memahami islam secara betul dan menyeluruh yang memungkinkan dia dapat melaksanakan islam dengan pelaksanakan yang benar terhadap dirinya, dan dengan itu pula dia dapat menyampaikan islam dengan baik kepada orang lain. Dia mampu melaksanakan islam dan menyampaikan secara total, murni dan orisinil.
2. Para da’i mesti mengetahui kondisi dan situasi dunia islam dahulu dan sekarang, mengenal musuh-musuh islam dan mengetahui cara dan tindak-tanduknya. Dia juga harus mengetahui peristiwa-peristiwa aktual yang mempengaruhi kondisi kaum muslimin dari dekat atau jauh.
Mengetahui siapakah golongan yang bekerja di bidang da’wah islam, kecenderungan dan cara-cara mereka, bagamana bentuk kerja sama yang perlu dibuat bersama-sama dengan mereka, dan persoalan-persoalan lain yang patut diketahui oleh orang-orang yang aktif dalam gerakan islam.
3. Para da’i harus menyampaikan untuk memantapkan spesialisasi ilmu yang berkaitan dengan urusan hidup manusia seperti : ilmu kedokteran, teknik, pertanian, ekonomi, perusahaan dan lain-lainnya. Oleh akrena itu bagi seorang kader aqdah ia harus berusaha memperbaiki dan meningkatkan spesialisasi ilmu yang dimilikinya secara professional agar dia mendapat tempat dalam masyarakat dan dapat mengisi tempat-tempat kosong pada saat kita membangun dan menegakkan daulah islamiyah.
Patut di sini disebutkan bahwa sebagian besar ilmu pengetahuan modern sekarang ini telah dipelopori oleh para cendekiawan muslim zaman dahulu. Karena agama islam mendorong umatnya untuk mencari ilmu dan belajar serta dapat menghubungkan ilmunya dengan al Kholik.
Tentunya mustahil bagi seseorang mencapai tingkat kesempurnaan didalam keilmuannya dikarenakan luasnya ilmu Allah swt. Dengan begitu hendaklah setiap dai menyampaikan apa-apa yang telah diketahuinya secara baik kepada orang-orang yang belum mengetahuinya, dan inilah hakekat dari da’wah.
Dan dilarang bagi setiap da’i untuk menyampaikan sesuatu yang belum diketahui ilmunya secara baik khawatir terjatuh didalam kasalahan berdasarkan keumuman hadits Rasulullah saw,”Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat.” (HR. Bukhori) Satu ayat yang betul-betul diketahinya secara baik adalah amanah yang ada di pundaknya untuk disampaikan kepada orang-orang yang belum mengetahui satu ayat tersebut.
Turun naik atau berkurangnya semangat didalam sebuah amal islami adalah sesautu yang biasa sebagaimana keimanan yang memiliki masa-masa naik dan masa-masa turun. Akan tetapi yang tidak diperbolehkan adalah ketika hilang sama-sekali semangat untuk beramal islami, sabda Rasulullah saw,”Setiap amal mempunyai masa semangat (syirroh) dan setiap masa semangat terdapat pula masa turun semangat (fatroh).
Barangsiapa yang masa lemah semangatnya masih berada pada sunnahku maka ia telah mendapat petunjuk. Dan barangsiapa yang masa lemah semangatnya berada pada selainnya maka ia celaka” (HR. Ahmad)
Diantara hal-hal yang bisa digunakan didalam menjaga semangat berdakwah adalah :
1. Mengetahui secara baik akan keutamaan da’wah diantara aktivitas-aktivitas lainnya di sisi Allah swt, sebagaimana firman Allah swt :
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Artinya : “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushilat : 33)
Sabda Rasulullah saw,”Seandainya Allah memberikan hidayah kepada seseorang melalui dirimu maka hal itu lebih baik bagimu daripada onta merah.” (HR. Bukhori dan Muslim)
2. Menyadari bahwa Allah hanya memerintahkan kepada kita untuk menyampaikan kepada manusia dan tidak membebankan kita agar mereka semua menerima da’wah kita karena urusan hati manusia beada didalam genggaman Allah swt, sebagaimana sabda,”Sesungguhnya hati manusia berada diantara dua jemari dari jari jemari Yang Maha Pengasih dan Dia lah yang membolak-balikkannya.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
Artinya : “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS. Al Qoshosh : 56)
Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan setiap amal da’awiy seseorang meskipun hanya sedikit dari manusia yang menerima dan menyambut da’wahnya.
3. Hendaklah didalam menegakkan kewajiban berda’wah ini tidak sendirian akan tetapi berada didalam suatu barisan atau jama’ah, bersama orang-orang yang berjuang menegakkan agama Allah di muka bumi ini sepanjang pagi dan petang, yang kehidupan mereka betul-betul diberikan untuk kejayaan islam dan kaum muslimin, orientasi perjuangannnya adalah kebahagian akherat bukan kenikmatan dunia yang sering kali menipu manusia. Sabda Rasulullah saw,”Tangan Allah bersama jama’ah.” (HR. at Tirmidzi)
Dengan merekalah kita bisa berbagi perasaan suka dan duka didalam lapangan da’wah yang menjadi bunga-bunganya yang kelak akan kita cium harumnya di surga Allah swt.
Wallahu A’lam
sumber:www.eramuslim.com
Posted on 19 Februari 2010 by andhief| Tinggalkan komentar
bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz
Da’wah atau menyeru kepada Allah swt merupakan sebuah kewajiban berdasarkan firman Allah swt :
ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
Artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An Nahl : 125)
قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ
Artinya : “Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata,” (QS. Yusuf : 108)
Artinya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al Imran : 104)
Seorang da’i didalam melaksanakan kewajiban ini dituntut memiliki pengetahuan tentang keagamaan yang baik agar da’wahnya tidak jatuh kedalam kesalahan. Sebagaimana diketahui bahwa amal mengikuti ilmu dan ketika suatu amal tidak dibangun diatas landasan ilmu maka kerusakan yang ditimbulkannya akan lebih besar dari manfaat yang dihasilkannya.
Untuk itu seorang da’i diharuskan memahami pokok-pokok aqidah dan keislamannya lalu tsaqofah fikriyah sebagai bekal didalam da’wahnya.
Syeikh Mustafa Masyhur menyebutkan bahwa ada tiga tsaqofah fikriyah yang harus dimiliki seorang da’i :
1. Memahami islam secara betul dan menyeluruh yang memungkinkan dia dapat melaksanakan islam dengan pelaksanakan yang benar terhadap dirinya, dan dengan itu pula dia dapat menyampaikan islam dengan baik kepada orang lain. Dia mampu melaksanakan islam dan menyampaikan secara total, murni dan orisinil.
2. Para da’i mesti mengetahui kondisi dan situasi dunia islam dahulu dan sekarang, mengenal musuh-musuh islam dan mengetahui cara dan tindak-tanduknya. Dia juga harus mengetahui peristiwa-peristiwa aktual yang mempengaruhi kondisi kaum muslimin dari dekat atau jauh.
Mengetahui siapakah golongan yang bekerja di bidang da’wah islam, kecenderungan dan cara-cara mereka, bagamana bentuk kerja sama yang perlu dibuat bersama-sama dengan mereka, dan persoalan-persoalan lain yang patut diketahui oleh orang-orang yang aktif dalam gerakan islam.
3. Para da’i harus menyampaikan untuk memantapkan spesialisasi ilmu yang berkaitan dengan urusan hidup manusia seperti : ilmu kedokteran, teknik, pertanian, ekonomi, perusahaan dan lain-lainnya. Oleh akrena itu bagi seorang kader aqdah ia harus berusaha memperbaiki dan meningkatkan spesialisasi ilmu yang dimilikinya secara professional agar dia mendapat tempat dalam masyarakat dan dapat mengisi tempat-tempat kosong pada saat kita membangun dan menegakkan daulah islamiyah.
Patut di sini disebutkan bahwa sebagian besar ilmu pengetahuan modern sekarang ini telah dipelopori oleh para cendekiawan muslim zaman dahulu. Karena agama islam mendorong umatnya untuk mencari ilmu dan belajar serta dapat menghubungkan ilmunya dengan al Kholik.
Tentunya mustahil bagi seseorang mencapai tingkat kesempurnaan didalam keilmuannya dikarenakan luasnya ilmu Allah swt. Dengan begitu hendaklah setiap dai menyampaikan apa-apa yang telah diketahuinya secara baik kepada orang-orang yang belum mengetahuinya, dan inilah hakekat dari da’wah.
Dan dilarang bagi setiap da’i untuk menyampaikan sesuatu yang belum diketahui ilmunya secara baik khawatir terjatuh didalam kasalahan berdasarkan keumuman hadits Rasulullah saw,”Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat.” (HR. Bukhori) Satu ayat yang betul-betul diketahinya secara baik adalah amanah yang ada di pundaknya untuk disampaikan kepada orang-orang yang belum mengetahui satu ayat tersebut.
Turun naik atau berkurangnya semangat didalam sebuah amal islami adalah sesautu yang biasa sebagaimana keimanan yang memiliki masa-masa naik dan masa-masa turun. Akan tetapi yang tidak diperbolehkan adalah ketika hilang sama-sekali semangat untuk beramal islami, sabda Rasulullah saw,”Setiap amal mempunyai masa semangat (syirroh) dan setiap masa semangat terdapat pula masa turun semangat (fatroh).
Barangsiapa yang masa lemah semangatnya masih berada pada sunnahku maka ia telah mendapat petunjuk. Dan barangsiapa yang masa lemah semangatnya berada pada selainnya maka ia celaka” (HR. Ahmad)
Diantara hal-hal yang bisa digunakan didalam menjaga semangat berdakwah adalah :
1. Mengetahui secara baik akan keutamaan da’wah diantara aktivitas-aktivitas lainnya di sisi Allah swt, sebagaimana firman Allah swt :
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Artinya : “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushilat : 33)
Sabda Rasulullah saw,”Seandainya Allah memberikan hidayah kepada seseorang melalui dirimu maka hal itu lebih baik bagimu daripada onta merah.” (HR. Bukhori dan Muslim)
2. Menyadari bahwa Allah hanya memerintahkan kepada kita untuk menyampaikan kepada manusia dan tidak membebankan kita agar mereka semua menerima da’wah kita karena urusan hati manusia beada didalam genggaman Allah swt, sebagaimana sabda,”Sesungguhnya hati manusia berada diantara dua jemari dari jari jemari Yang Maha Pengasih dan Dia lah yang membolak-balikkannya.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
Artinya : “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS. Al Qoshosh : 56)
Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan setiap amal da’awiy seseorang meskipun hanya sedikit dari manusia yang menerima dan menyambut da’wahnya.
3. Hendaklah didalam menegakkan kewajiban berda’wah ini tidak sendirian akan tetapi berada didalam suatu barisan atau jama’ah, bersama orang-orang yang berjuang menegakkan agama Allah di muka bumi ini sepanjang pagi dan petang, yang kehidupan mereka betul-betul diberikan untuk kejayaan islam dan kaum muslimin, orientasi perjuangannnya adalah kebahagian akherat bukan kenikmatan dunia yang sering kali menipu manusia. Sabda Rasulullah saw,”Tangan Allah bersama jama’ah.” (HR. at Tirmidzi)
Dengan merekalah kita bisa berbagi perasaan suka dan duka didalam lapangan da’wah yang menjadi bunga-bunganya yang kelak akan kita cium harumnya di surga Allah swt.
Wallahu A’lam
sumber:www.eramuslim.com
bismillahirohmanirrohiim...
aku memang bukan yang terbaik,tapi akan menjadi yang terbaik...
kuntum mekar di pagi hari,itulah aku..
...
kuntum mekar di pagi hari,itulah aku..
...
Langganan:
Komentar (Atom)
